in ,

“Startup” Brick Dapat Modal Rp 122 M dari Investor Global

Gavin juga menyebutkan, Brick sudah bekerja sama dengan ribuan developer di Indonesia dan memiliki lebih dari 50 klien termasuk beberapa perusahaan fintech, diantaranya Sinarmas Group dan Astra Financial. Brick telah mendukung lebih dari 13 juta API dan 1 juta konsumen setiap bulannya.

Dalam kesempatan yang sama, Global Investments Advisor Flourish Ventures Smita Aggarwal menilai, perusahaan memberikan pendanaan kepada Brick seiring dengan potensi open finance yang besar di Asia Tenggara.

“Kami percaya bahwa adopsi yang luas dari open finance dapat mempercepat inklusi keuangan di seluruh wilayah dan memberikan dorongan yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi,” kata Smita.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Flourish Ventures dan McKinsey Company, menunjukkan adopsi luas ekosistem open data di India dapat menghasilkan peningkatan produk domestik bruto (PDB) 4 persen hingga 5 persen pada 2030.

Baca Juga  Ajaib Jadi Unicorn Fintech Pertama di Asia Tenggara

“Flourish percaya bahwa potensi peningkatan di Asia Tenggara dapat lebih besar lagi. Tingginya permintaan pasar adopsi open finance di Asia Tenggara dibarengi dengan dukungan regulasi yang kuat,” ujar Smita.

Optimisme itu juga diungkapkan Partner Antler Teddy Himler. Ia menilai, pasar Asia Tenggara memiliki ekosistem fintech yang lebih transparan, kompetitif, dan inovatif.

“Kami percaya bahwa bank-bank di Asia Tenggara, pemerintah dan layanan konsumen akan merangkul open finance sebagai cara untuk merevolusi sistem pembayaran dan infrastruktur data yang masih tradisional,” tambah Teddy.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0