in ,

Jokowi Resmi Buka Perdagangan Bursa 2023

Jokowi Resmi Buka Perdagangan Bursa 2023
FOTO: IST

Jokowi Resmi Buka Perdagangan Bursa 2023

Pajak.com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi buka Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2023. Meski 2023 merupakan tahun ujian bagi perekonomian global maupun perekonomian Indonesia, Jokowi tetap menyampaikan optimismenya terhadap kinerja pasar modal Indonesia.

Salah satu faktornya, Jokowi mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengungkapkan bahwa sebanyak 58,74 persen investor di bursa saat ini adalah generasi muda di bawah 30 tahun. Sementara urutan kedua dihuni kelompok investor berusia 31 sampai 40 tahun sebanyak 22,47 persen dengan total aset Rp 118,09 triliun.

Selanjutnya, 10,85 persen investor berusia 41 sampai 50 tahun dengan total aset Rp 177,54 triliun; 5,22 persen investor berusia 51 sampai 60 tahun dengan total aset Rp 250,10 triliun; serta 2,77 persen investor berusia lebih dari 60 tahun dengan total aset Rp 947,36 triliun.

Baca Juga  Jokowi Bertemu Elon Musk Bahas Rencana Kerja Sama

“Tadi saya senang mendapatkan informasi dari Ketua OJK, dari Menteri Keuangan bahwa investor di bursa kita sekarang ini 55 persen adalah anak-anak muda di bawah 30 tahun dan 70 persen adalah di bawah 40 tahun. Artinya, prospek ke depan betul-betul masih sangat menjanjikan,” kata Presiden Jokowi di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/1).

Ia juga meyakini perdagangan bursa di tahun ini akan menggembirakan karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2022 cukup punya baseline yang kuat, yakni mampu tumbuh positif di tengah penurunan yang dialami oleh bursa di negara lain.

“Kita juga patut bersyukur bahwa indeks di tahun 2022 itu mengalami kenaikan 4,1 persen dibandingkan bursa-bursa di negara-negara lain yang mengalami penurunan yang sangat tajam,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi perdagangan saham yang mampu mencatatkan pertumbuhan di tengah gejolak perekonomian global.

Baca Juga  SWF, Peluang Pendanaan Bagi Pembangunan Infrastruktur

Market cap (kapitalisasi pasar) juga tumbuh 15 persen sampai di angka Rp 9.499 triliun. Ini juga bukan sebuah angka yang kecil, angka yang besar di tengah turbulensi ekonomi global di tahun 2022,” ujarnya.

Jokowi pun mengaku optimistis pertumbuhan Indonesia di tahun 2023 dapat mencatatkan angka di atas lima persen. Hal ini, tentu akan mendukung kekondusifan pasar modal di Indonesia.

“Kalau tahun 2022 dipastikan sudah di atas 5 persen tapi kita harap di tahun 2023 juga masih di atas 5 persen,” tegasnya.

Meski demikian, Jokowi juga menekankan agar semua pihak tetap hati-hati dan waspada, pasalnya perekonomian global dipenuhi oleh ketidakpastian sehingga sulit diprediksi dan diperhitungkan.

“Dengan optimisme ini, optimisme tapi waspada dan hati-hati, tantangan di tahun 2023 utamanya ekonomi global dengan ketidakpastian yang sulit dihitung, sulit dikalkulasi. Kita semuanya harus optimistis bahwa kita bisa menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada dan bisa mengarungi 2023, tahun ujian, dengan ekonomi yang lebih baik,” paparnya.

Baca Juga  Mendag Dukung Pendidikan Berwirausaha di Pesantren

Di sisi lain, ia berharap pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilakukan pada akhir tahun 2023 mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Pencabutan PPKM tersebut, imbuhnya diambil berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pemerintah selama 10 bulan terakhir dan dengan memperhatikan capaian indikator pengendalian COVID-19.

“Angka BOR, positivity rate kita semuanya, di bawah, angka kematian, semuanya di bawah standar WHO. Sehingga, kemarin kita putuskan di akhir tahun PPKM dicabut. Dan, ini semoga bisa nanti mendorong, men-trigger ekonomi kita untuk tumbuh lebih baik dibanding tahun 2022,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *