in ,

Investasi Industri Manufaktur Tembus Rp 103,5 Triliun

Sektor manufaktur yang mengucurkan dananya paling besar pada periode tersebut, yakni industri makanan dengan nilai Rp 9,7 triliun melalui 2.181 proyek. Kemudian disusul industri kimia dan farmasi sebesar Rp 4,6 triliun (846 proyek), serta industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 2,6 triliun (432 proyek).

Selain itu, pada Januari-Maret 2022, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor industri manufaktur sebesar 5,4 miliar dollar AS atau menyumbang 52,9 persen dari total capaian PMA yang berada di angka 10,3 miliar dollar AS.

“Sektor industri manufaktur memberikan kontribusi paling besar terhadap realisasi PMA pada triwulan I-2022,” ujarnya.

Adapun yang menjadi penyumbang dominannya adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 2,5 miliar dollar AS dengan jumlah 443 proyek. Kemudian disusul industri kimia dan farmasi 854 juta dollar AS (650 proyek), industri makanan 686 juta dollar AS (951 proyek), serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain 542 juta dollar AS (468 proyek).

Baca Juga  Indonesia-Australia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

“Kalau secara total PMDN dan PMA, realisasi investasi terbesarnya dikontribusikan oleh industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 39,7 triliun,” tambahnya.

Agus mengatakan, capaian gemilang ini tidak terlepas dari jalannya kebijakan hilirisasi industri, salah satunya upaya penghiliran nikel yang tengah dipacu dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik dengan pengembangan pabrik baterainya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *