in ,

5 Tips Memantau Keuangan Agar Bisnis Kian Cuan

Pertama, lakukan dengan dual control. Ia mencontohkan, di perusahaan-perusahaan yang ia bangun, ia menerapkan kontrol ganda. Misalnya, karyawan yang bertugas menerbitkan invoice atau rincian transaksi tidak memiliki tugas menagih keuangan. Artinya, bagian penagihan di-handle oleh karyawan yang berbeda. Demikian haklnya dengan tugas bagian yang mengatur keluar-masuk keuangan, menurut Tung Desem harus dipisah. Maksud pemisahan ini agar satu bagian atau orang tidak memiliki satu kuasa kontrol keuangan. Dengan cara itu, kecurangan akibat peluang kontrol keuangan yang besar dapat dihindari.

Kedua, harta pemilik bisnis diatur tersendiri. Tung Desem menyarankan, pemisahan kuasa keuangan harus dilakukan, khususnya dalam modal atau harta pemilik bisnis. Meskipun modal bisnis berasal dari pemilik bisnis, kontrol akan harta pemilik bisnis ini harus dilakukan agar pengelolaan keuangan bisnis tertata.

Baca Juga  Indonesia Raih Investasi Rp 125 T dari KTT G20

Ketiga, bagian akuntan harus mencatat. Menurut Tung Desem, seorang pimpinan tidak boleh turut andil dalam mengatur penjualan dan keuangan bisnis. Hal ini pun ia terapkan di perusahaannya. Pimpinan tidak boleh memegang uang perusahaan. Sebab, apabila dia menarik uang dari bagian pembelian tidak ada yang berani mengontrolnya. Untuk itu, accounting yang harus mencatatnya.

Keempat, pentingnya melakukan audit internal. Tung Desem menekankan, posisi audit internal harus tetap diadakan. Sang audit internal ini bertugas memberikan penilaian yang sistematis dan objektif melalui pemeriksaan serta evaluasi atas kegiatan organisasi atau bisnis.

Kelima, lakukan analisis keuangan. Tung Desem menjelaskan, analisis keuangan merupakan sesuatu yang berbeda dengan akuntansi. Accounting itu membuat sesuatu hal yang sudah terjadi menjadi angka, sedangkan finance atau analisis keuangan membuat angka menjadi hasil di kemudian hari. Dari hasil analisis angka ini, seorang ahli keuangan bisa memberikan masukan-masukan kepada perkembangan bisnis untuk dipakai di kemudian hari.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *