in ,

Pemerintah Minta Freeport Selesaikan Pembangunan Smelter 2024

Pemerintah Minta Freeport Selesaikan Pembangunan Smelter
FOTO: IST

Pemerintah Minta Freeport Selesaikan Pembangunan Smelter 2024

Pajak.com, Jawa Timur – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) minta PT Freeport Indonesia untuk selesaikan target pembangunan Smelter Manyar, di kawasan industri Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE), Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta agar Freeport Indonesia dapat mengejar progres pengerjaan proyek 4 persen per bulan, sehingga dapat selesai pada Mei 2024.

“Progres terakhir Maret (2023) sebesar 61 persen, kemudian April diperkirakan 65-66 persen. Dalam proyek ini Freeport (Indonesia) harus berupaya keras untuk bisa mendapatkan kecepatan 4 persen per bulan, sehingga nanti dapat dilihat realisasinya akhir tahun (2023) sebesar 92 persen. Kami memang minta supaya bisa diselesaikan di bulan Mei 2024, jadi dari Freeport Indonesia Pak Tony (Presiden Direktur Freeport Indonesia) ini menjadi tantangan untuk melakukan adjustment supaya bisa accelerate proyek hingga 2024—memenuhi target yang ada,” ungkap Arifin saat mengunjungi Smelter Manyar, dikutip Pajak.com, (8/5).

Baca Juga  ITIF Hasilkan 5 MoU Investasi Senilai Rp 862 Miliar

Menilik rencana pembangunan, penyelesaian konstruksi fisik smelter dapat diselesaikan di akhir Desember 2023, dilanjutkan pre-commissioning, dan commissioning hingga Mei 2024 dengan ramp-up operasi diharapkan mencapai operasi penuh pada akhir tahun 2024.

Seperti diketahui, Smelter Manyar digadang-gadang akan menjadi smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia. Dengan luas total sekitar 100 hektare dan kapasitas pengolahan konsentrat sebesar 1,7 juta ton/tahun, smelter ini diharapkan mampu mendukung kebijakan hilirisasi yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.

“Freeport (Indonesia) bersungguh-sungguh dalam membangun smelter. Total investasi smelter Freeport (Indonesia) adalah 2,4 miliar dollar AS,” kata Arifin.

Sebagai informasi, Smelter Manyar dibangun setelah Freeport Indonesia menerima Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari Pemerintah Indonesia. Selain mengizinkan Freeport Indonesia untuk tetap beroperasi di wilayah pertambangan mineral Grasberg (Papua) hingga 2031, IUPK itu juga memberikan hak perpanjangan operasi hingga 2041. Namun, Freeport Indonesia harus memenuhi syarat untuk menyelesaikan pembangunan smelter baru dan mematuhi kewajiban perpajakan nasional.

Baca Juga  Tahapan Pilkada Serentak 2024: Jadwal dan Proses Penyelenggaraan

Kemudian, Freeport Indonesia mulai membangun Smelter Manyar yang merupakan smelter kedua yang dibangun perusahaan. Sebelumnya, pada 1996,  Freeport Indonesia membangun smelter peleburan tembaga pertama di Indonesia, yang kini dikenal dengan nama PT Smelting Gresik. Smelter ini dibangun sebagai wujud kepatuhan Freeport Indonesia terhadap Kontrak Karya II (izin operasi Freeport Indonesia pada 1991-2018). Pada awal periode itu, Freeport Indonesia sudah diwajibkan untuk melakukan proses pengolahan/pemurnian di dalam negeri.

Freeport Indonesia meyakinkan bahwa dua smelter yang dibangun perusahaan merupakan bentuk nyata komitmen serta keseriusan dalam mendukung program hilirisasi nasional. Freeport Indonesia juga berkomitmen mempertahankan iklim investasi yang sehat dan memperluas industri-industri hilir sehingga dapat menyerap hasil olahan tembaga perusahaan.

Baca Juga  4 Rekomendasi Pembiayaan yang Cocok untuk UMKM
Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *