in ,

Pemerintah Dorong Penciptaan Talenta Digital

Dorong Penciptaan Talenta Digital
FOTO: Dok.Ekon.go.id

Pemerintah Dorong Penciptaan Talenta Digital

Pajak.com, Jakarta – Masifnya digitalisasi memegang peranan penting pada berbagai aspek kehidupan dan dipercaya mampu mendorong munculnya Society 5.0. Melihat hal tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus dorong penciptaan talenta digital untuk mengoptimalkan potensi kemunculan Society 5.0. Terlebih, Indonesia juga diuntungkan dengan adanya bonus demografi penduduk dalam usia produktif.

“Untuk menghadapi Society 5.0, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, terutama dengan literasi dan keterampilan digital dan tentu saya berharap bahwa generasi muda mahasiswa mahasiswa agar literate terhadap digitalisasi,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com pada Jumat (24/02).

Oleh karena itu, sejumlah program yang bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi dan keterampilan digital telah disiapkan pemerintah. Mulai dari program Kartu Prakerja dan program Literasi Digital Nasional Indonesia Makin Cakap Digital. Di samping peningkatan literasi digital, pemerintah terus mendorong generasi muda agar memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga mampu mendirikan startup untuk menciptakan ragam solusi dan inovasi digital bagi masyarakat.

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Sepakati Rincian Asumsi Dasar Makro 2025

Selain itu, pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait juga telah memberikan berbagai dukungan untuk membantu startup dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan meluncurkan sejumlah program, mulai dari Sekolah Beta, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Startup Studio Indonesia, hingga Hub.id.

“Mahasiswa juga harus mengembangkan skill kepemimpinan. Kemampuan ini dapat ditumbuhkan dan diasah jika mahasiswa tersebut selalu aktif melibatkan diri berkegiatan di organisasi dan unit kegiatan mahasiswa,” ujar Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan bahwa kinerja pertumbuhan ekonomi digital menjadi salah satu pemantik pencapaian extraordinary perekonomian nasional yang mampu tumbuh impresif hingga 5,31 persen pada tahun 2022. Tren peningkatan ekonomi digital tersebut ditopang oleh layanan e-commerce dan on-demand, seperti ride hailing, on-line food delivery, dan juga bisnis logistik berbasis on-line.

Bahkan, menurut data Bank Indonesia (BI), realisasi transaksi e-commerce di Indonesia hingga Q3-2022 telah tumbuh mencapai 22 persen year on year (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2022 juga mengalami pertumbuhan sebesar 22 persen (yoy) atau senilai 77 miliar dollar AS. Melalui capaian tersebut, Indonesia berhasil menjadi pemain utama dalam ekonomi digital ASEAN dengan dominasi 40 persen nilai total transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia.

Baca Juga  Apa itu Inflasi? Pahami Definisi, Penyebab, dan Dampaknya

“Investasi ekonomi digital tumbuh positif, ditunjukkan oleh deal value investasi triwulan I- 2022 sebesar 3 miliar dollar AS, nilai tertinggi kedua setelah Singapura. Pada 2025 diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia tumbuh 2 kali lipat menjadi 130 miliar dollar AS, dan terus tumbuh mencapai 220 dollar AS hingga 360 miliar dollar AS pada 2030,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Society 5.0 adalah sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Pada era ini, masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Ditulis oleh
Baca Juga  4 Rekomendasi Pembiayaan yang Cocok untuk UMKM

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *