in ,

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik

“Saya berharap LSAG Cable Indonesia ke depan dapat turut serta berkontribusi dan menjamin ketersediaan produknya untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan meliputi pembangkit, transmisi, distribusi tenaga listrik dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik untuk perumahan, bangunan gedung komersial, industri dan sosial,” ujarnya.

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021–2030, telah direncanakan pembangunan jaringan tenaga listrik di seluruh Indonesia dengan total panjang jaringan sebesar 494.631 kms hingga tahun 2030 sebagai upaya menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit ke lokasi demand, menginterkoneksikan sistem ketenagalistrikan untuk sharing resources dan meningkatkan keandalan sistem.

Panjang jaringan tersebut terdiri dari transmisi tenaga listrik sepanjang 47.723 kms dan distribusi tenaga listrik 446.908 kms. Rencana pembangunan jaringan tenaga listrik tersebut tentu sangat membutuhkan ketersediaan kabel di dalam negeri.

Baca Juga  Luhut Ajak Huawei Perkuat Transformasi Digital dan EBT

Saat ini, Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kabel listrik berkisar antara 80–90 persen untuk jenis produk kabel listrik, kabel/kawat listrik untuk tegangan rendah, menengah dan tinggi. Oleh karena itu, Arifin berharap pihak LSAG Cable Indonesia dapat menjaga kualitas produk kabelnya dengan memerhatikan peraturan dan standar produk yang berlaku di Indonesia serta dapat berkontribusi secara maksimal ke perekonomian nasional dengan meningkatkan utilisasi bahan baku dan jasa yang tersedia di dalam negeri.

Sebagai informasi, LSAG merupakan perusahaan joint venture antara LS Cable & System (LSC&S) dan PT Artha Metal Sinergi (AMS). Sedangkan, LS Cable & System sendiri merupakan anak perusahaan dari LS Corp yang merupakan salah satu produsen kabel terbesar di dunia.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *