in ,

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Inflasi Akibat El Nino

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Inflasi Akibat El Nino
FOTO: IST

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Inflasi Akibat El Nino

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) antisipasi potensi terjadinya lonjakan inflasi akibat terjadinya El Nino yang diproyeksi terjadi pada Agustus 2023 mendatang.

Sebagai informasi, berdasarkan pengalaman tahun 2015 yang terjadi di Indonesia, El Nino telah menyebabkan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada turunnya produksi pertanian dan pertambangan sehingga bermuara pada inflasi.

“Walaupun inflasi tercatat kembali melambat dari 4,97 persen pada Maret 2023 menjadi 4,33 persen pada April 2023, ke depan harga pangan masih berpotensi naik akibat ancaman El Nino. Ke depan, pemerintah terus berfokus untuk menjaga ketersediaan pangan, terutama adanya risiko ancaman El Nino yang berpengaruh pada produktivitas pangan. Pemerintah terus melakukan upaya terintegrasi dalam melakukan intervensi harga dan pasokan sebagai langkah antisipasi terjadinya gejolak harga akibat permintaan yang melonjak,” ungkap Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, (3/5).

Baca Juga  38 Negara Dukung Indonesia Jadi Anggota OECD, Jokowi Ungkap Manfaatnya

BKF Kemenkeu juga mencatat, inflasi pada komponen harga pangan bergejolak (volatile food) tercatat hanya sebesar 3,74 persen pada April 2023 atau lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi komponen pada Maret 2023 yang masih mencapai 5,83 persen.

“Terkendalinya inflasi komponen volatile food disebabkan oleh melimpahnya stok seiring dengan panen raya padi dan komoditas hortikultura sepanjang Maret dan April 2023. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan harga pangan, seperti lewat operasi pasar, pemantauan stok, serta pemberian fasilitas distribusi yang melibatkan pemerintah pusat dan pemda (pemerintah daerah), BUMN (badan usaha milik negara), dan asosiasi,” ungkap Febrio.

Selain itu, program penyaluran bantuan pangan nasional juga diyakini BKF Kemenkeu turut menjaga daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan. Komitmen pengendalian inflasi terus diupayakan guna mendukung pencapaian inflasi sesuai dengan target tahun 2023.

Baca Juga  Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia Kuartal I-2024 Tumbuh Kuat, Capai 5,11 Persen

Secara simultan, inflasi administered price juga mengalami perlambatan 11,56 persen pada Maret 2023 atau turun pada April 2023 mencapai 10,32 persen. Hal itu diklaim karena kebijakan transportasi/angkutan pada masa Idulfitri 2023 mengalami peningkatan kualitas—meskipun pergerakan Idulfitri meningkat 45 persen lebih tinggi dibandingkan Lebaran 2022.

“Ini karena pemerintah terus melakukan antisipasi, termasuk dalam pengaturan tarif angkutan, penyiapan ketersediaan moda transportasi, serta rekayasa lalu lintas pada arus mudik 2023,” kata Febrio.

Selanjutnya, berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), panen hortikultura telah menekan harga cabai. Namun, harga daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras masih mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan harga pada bulan sebelumnya.

Baca Juga  Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato di Gorontalo

“Dengan adanya tren ini, BI memperkirakan inflasi akan kembali ke sasaran 3 persen +/- 1 persen lebih cepat bila dibandingkan dengan perkiraan awal. Seperti yang disampaikan oleh BI sebelumnya, inflasi diproyeksi kembali ke level di bawah 4 persen pada Agustus 2023,” tambah Febrio.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *