Menu
in ,

Gelar Olimpiade, Sri Mulyani Ajak Milenial Jadi Duta APBN

Gelar Olimpiade, Sri Mulyani Ajak Milenial Jadi Duta APBN

FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak generasi milenial terutama para pelajar hingga mahasiswa untuk memahami instrumen keuangan negara melalui Olimpiade Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digelar oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dengan begitu, ia berharap generasi milenial dapat menjadi duta APBN yang mampu menyampaikan pentingnya keuangan negara kepada masyarakat dengan cara kekinian.

Olimpiade APBN 2021 diselenggarakan berupa lomba konten video (vlog) atau TikTok mengenai manfaat APBN untuk sekolah menengah pertama (SMP), tingkat sekolah menengah atas (SMA) lomba cerdas cermat, debat untuk mahasiswa, dan tingkat pengajar/guru kompetisi cara mengajarkan instrumen APBN.

“Ini merupakan ajang tahunan Kemenkeu untuk generasi muda, generasi yang disebut milenial. Bahkan sekarang dari SMP (sekolah menengah pertama) diajak mengetahui instrumen yang sangat penting, yaitu keuangan negara. Saya sangat gembira ada inovasi untuk meningkatkan pemahaman atau mungkin dari ketertarikan terhadap APBN. Sehingga nanti generasi milenial menjadi duta yang mampu menjelaskan kepada temannya, saudaranya, masyarakat mengenai APBN dan keuangan negara dari berbagai media sosial yang mereka miliki,” jelas Sri Mulyani dalam webinar Olimpiade APBN 2021 bertajuk Muda Membangun Bangsa, pada (12/9).

Ia mengatakan, generasi muda merupakan kunci utama penentu nasib sebuah negara di masa mendatang. Oleh karenanya, Kemenkeu merasa penting mengajak generasi milenial untuk dapat memahami APBN secara benar.

“Generasi muda memiliki motivasi yang sangat kuat, ambisi serta cita-cita yang sangat menyala untuk maju bersama, bukan hanya untuk dirinya sendiri dalam menggapai suatu masa depan yang lebih baik. Sehingga kementerian keuangan sangat serius mempresentasikan keuangan negara dan APBN mulai dari generasi muda,” kata eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Sri Mulyani meyakini, semakin makin banyak masyarakat yang memahami APBN, maka kian banyak juga masyarakat yang akan ikut menjaga pengelolaan APBN.

“Makin banyak yang paham APBN, Anda makin tahu ini uang APBN dipakai untuk banyak sekali. Mereka di rumah pun bisa mengidentifikasi keuangan negara, listrik yang dipakai ada subsidi negara, sampai makanan yang dimasak LPG-nya yang 3 kilogram ada subsidi negara, vaksinasi itu uang negara,” sebutnya.

Selain itu, Sri Mulyani berharap, para peserta dapat memberikan ide-ide baru untuk membantu pemerintah mengatasi beragam tantangan, seperti pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, infrastruktur, pendidikan, utang negara, dan sebagainya.

“Yang sering dilupakan ini cara bantu masyarakat miskin, cara memberikan bantuan yang penting agar bisa bangkit, membantu UMKM (usaha mikro kecil menengah). Ini hal-hal yang basic tapi ujungnya banyak berhubungan dengan keuangan negara,” kata Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta mengatakan, Olimpiade APBN 2021 kali ini memasuki tahun ke empat dan secara khusus menyasar pelajar tingkat SMP. Sementara kompetisi tingkat SMA, mahasiswa, dan pengajar sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

“Diharapkan generasi muda dapat belajar mengenai instrumen APBN yang luar biasa penting. Dengan pemahaman dan pengetahuan tersebut, generasi muda akan makin memahami bagaimana cara mengelola keuangan negara, bagaimana membangun negeri, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang dicita-citakan,” kata Isa.

Ia menyampaikan, Olimpiade APBN 2021 ini akan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Dari regional Sumatera tercatat ada 405 peserta yang sudah mendaftar, Jawa dan Bali sebanyak 1.127 peserta, Sulawesi dan Kalimantan 250 peserta, dan Indonesia Timur 220 peserta. Tak hanya itu, olimpiade ini juga diikuti oleh 15 peserta dari sekolah luar negeri. Puncak olimpiade diselenggarakan pada Hari Ulang Tahun Kemenkeu pada 30 Oktober 2021 mendatang.

Leave a Reply