in ,

BSI Pimpin Pembiayaan Infrastruktur Sumsel

Debut Pertama, BSI Pimpin Pembiayaan Infrastruktur Sumsel
FOTO : IST

Pajak.com, Jakarta – Untuk pertama kalinya PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memimpin pembiayaan sindikasi pembangunan infrastruktur jalan nasional. Proyek preservasi (pemeliharaan) Jalan Lintas Timur di Sumatera Selatan (Jalintim Sumsel) ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 644,76 miliar.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan, dalam pembiayaan ini BSI bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank Panin Dubai Syariah. Sementara PT Jalintim Adhi Abipraya sebagai Badan Usaha Pelaksana.

“Bila dibagi berdasarkan porsi investasi, BSI punya andil sebesar Rp 248 miliar. Sementara pembiayaan dari PT SMI Rp 248 miliar dan Bank Panin Dubai Syariah sebesar Rp 148,76 miliar. BSI dalam skema ini berperan sebagai mandated lead arranger, agen fasilitas, hingga agen jaminan. Pinjaman bertenor 10 tahun ini bakal digunakan buat pembangunan Jalintim Sumsel sepanjang 29,87 kilometer,” kata Hery dalam siaran pers, Senin petang (23/2).

Baca Juga  BSI dan Kemenparekraf Dorong UMKM Sektor Pariwisata

Ia bersyukur, BSI dapat ditunjuk memimpin pembiayaan Jalintim Sumsel. Selain melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek juga melibatkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia sebagai lembaga penjamin.

Alhamdulillah. BSI menjadi bagian dalam sejarah pemberian fasilitas KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha). Fasilitas ini merupakan pertama kalinya menggunakan transaksi syariah,” kata Hery.

Adapun ruas jalan yang dibiayai dalam proyek ini meliputi Jalan Srijaya Raya (6,3 kilometer/km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 km), Jalan Letjen H. alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 km), Jalan Soekarno – Hatta (8,32 km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (4 km) dan Jalan Sultan mahmud Badarudin II (2,9 km).

Baca Juga  Jokowi Targetkan Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional

Selain proyek-proyek infrastruktur, BSI juga akan berfokus pada pembiayaan pada sektor energi pada tahun 2021.

“Hingga Desember 2020 pembiayaan wholesale Bank Syariah Indonesia tercatat mencapai Rp 48,03 triliun. Pada akhir 2021, BSI menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale sebesar 4 sampai 6 persen secara year on year,” tambah Hery.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0