IRS Kumpulkan Rp 16 T dari Wajib Pajak Kaya, Ini Strateginya
Pajak.com, Washington, D.C. – Otoritas pajak Amerika Serikat (AS) Internal Revenue Service (IRS) berhasil kumpulkan penerimaan lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun dari Wajib Pajak kaya yang memiliki tunggakan pajak. IRS menyebut hal ini merupakan pencapaian penting dalam upaya kepatuhan pajak di bawah Undang-Undang (UU) Pengurangan Inflasi.
Komisaris IRS Danny Werfel mengatakan, IRS telah meningkatkan kegiatan pengumpulan pajak dari 1.600 Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki penghasilan lebih dari 1 juta dollar AS (sekitar Rp 16,15 miliar) per tahun dan utang pajak lebih dari 250 ribu dollar AS (sekitar Rp 4,04 miliar) sejak musim gugur lalu. Upaya ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1 miliar dollar AS, dan IRS memastikan upaya ini masih terus berlanjut.
“Dengan aktivitas pengumpulan ini, IRS melewati tonggak penting dalam upaya kami untuk meningkatkan kepatuhan dan memastikan keadilan dalam sistem pajak. Peningkatan kinerja kami dalam bidang ini mengindikasikan bahwa tunggakan pajak dari individu kelas atas tidak lagi dibiarkan terbengkalai, seperti yang sering terjadi di masa lampau,” kata Werfel dalam keterangan pers, dikutip Pajak.com, Sabtu (13/07).
Werfel menambahkan, penurunan anggaran selama bertahun-tahun telah menghambat kemampuan IRS untuk mengumpulkan pajak yang terutang. Namun, adanya tambahan pendanaan dari UU Pengurangan Inflasi telah membalikkan tren ini, memungkinkan IRS untuk meningkatkan pekerjaan kepatuhan, terutama yang melibatkan individu dan kelompok terkaya.
“Hasil pengumpulan yang dicapai dalam waktu kurang dari setahun ini menunjukkan seberapa besarnya penerimaan pajak yang dapat dicapai dalam jangka panjang saat penegakan UU Pengurangan Inflasi kami terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang,” tegasnya.
Selain meningkatkan layanan Wajib Pajak selama musim pelaporan SPT di tahun ini, IRS juga memfokuskan sumber daya pada penegakan hukum terhadap kemitraan kompleks, perusahaan besar, dan individu berpenghasilan tinggi yang tidak membayar pajak tertunggak.
“Kami terus bekerja untuk menambah staf dan teknologi, untuk memastikan bahwa Wajib Pajak dengan pendapatan tertinggi membayar apa yang secara hukum terutang di bawah undang-undang federal,” ujarnya.
“Pada saat yang sama, kami fokus pada peningkatan pelayanan untuk Wajib Pajak yang telah patuh pajak. Sumber daya tambahan yang diterima IRS di bawah UU Pengurangan Inflasi telah membuat perbedaan, baik bagi Wajib Pajak yang mematuhi aturan maupun yang tidak.”
Sebelum UU Pengurangan Inflasi berlaku, lebih dari satu dekade pemotongan anggaran mencegah IRS untuk mengikuti manuver yang semakin rumit yang digunakan oleh Wajib Pajak terkaya untuk menghindari pajak. IRS kini terus melakukan penegakan hukum untuk menutup kesenjangan ini.
Strategi IRS Lainnya
Dengan pendanaan baru dari UU Pengurangan Inflasi, IRS kini memiliki kapasitas untuk menangani kasus-kasus dan meningkatkan kepatuhan pajak di berbagai area yang sebelumnya terabaikan. Ini beberapa strategi yang dibeberkan IRS.
Menargetkan non-filer kaya
IRS mengungkapkan berbagai strategi baru yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pajak non-filer kaya, dengan lebih dari 125 ribu kasus sejak 2017 di area yang terabaikan ini. Wilayah ini belum menjadi fokus target penerimaan IRS sebelumnya lantaran tidak memiliki sumber daya yang memadai sebelum pendanaan UU Pengurangan Inflasi.
Istilah non-filer kaya merujuk pada Wajib Pajak berpenghasilan tinggi yang tidak mengajukan pengembalian Pajak Penghasilan (PPh) mereka. Meskipun mereka memiliki pendapatan yang signifikan, mereka gagal atau dengan sengaja tidak melaporkan pendapatan tersebut kepada otoritas pajak. IRS menargetkan kelompok ini karena mereka berpotensi memiliki jumlah pajak yang besar yang belum dibayar.
Inisiatif ini berfokus pada 25 ribu Wajib Pajak orang pribadi dengan pendapatan lebih dari 1 juta dollar AS, serta lebih dari 100 ribu orang dengan pendapatan antara 400 ribu dollar AS dan 1 juta dollar AS antara tahun pajak 2017 dan 2021.
Dari total 1.600 kasus ini, IRS telah menugaskan 1.500 petugas pajak dan berhasil mengumpulkan lebih dari 1 miliar dollar AS sejauh ini. Nilai yang dikumpulkan tersebut mewakili pembayaran dari lebih dari 1.200 Wajib Pajak individu, dan diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang. Ini semua adalah kasus di mana IRS telah menerima informasi pihak ketiga yang menunjukkan bahwa Wajib Pajak ini menerima pendapatan tinggi tetapi enggan mengajukan pengembalian pajak.
Memerangi penyelewengan pajak oleh kemitraan bisnis
IRS juga punya serangkaian strategi baru untuk memerangi transaksi kemitraan bisnis yang memungkinkan Wajib Pajak kaya menghindari utang pajak. Upaya ini termasuk melakukan pemeriksaan terhadap 76 kemitraan entitas terbesar di AS, yang mewakili berbagai industri termasuk hedge fund, kemitraan investasi real estat, kemitraan yang diperdagangkan secara publik, firma hukum besar, dan industri lainnya. Strategi lainnya termasuk memperluas program kepatuhan perusahaan besar.
Audit penggunaan pesawat jet
IRS juga telah memulai puluhan audit yang melibatkan penggunaan pesawat jet perusahaan secara pribadi. Audit ini akan berfokus pada penggunaan pesawat oleh perusahaan besar, kemitraan besar, dan Wajib Pajak berpenghasilan tinggi. IRS akan memeriksa apakah penggunaan jet dialokasikan dengan benar antara penggunaan bisnis dan pribadi.

Comments