in ,

Bea Masuk Barang Impor Akan Naik 200 Persen, Ini Respons KADIN

Bea Masuk Barang Impor Akan Naik 200 Persen
FOTO: KADIN

Bea Masuk Barang Impor Akan Naik 200 Persen, Ini Respons KADIN

Pajak.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memberikan 3 respons terkait rencana pemerintah yang akan menaikkan bea masuk hingga 200 persen untuk barang impor dari luar negeri. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi KADIN Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi menegaskan bahwa respons ini bertujuan agar pemerintah menelaah lebih lanjut kebijakan importasi, tanpa mengganggu iklim usaha.

Sekilas mengulas, bea masuk adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang yang dikenakan terhadap barang yang diimpor. Adapun impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Sementara daerah pabean adalah wilayah Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

3 Respons KADIN 

Yukki memerinci 3 hal respons tersebut, yaitu pertama, mengimbau agar Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan kementerian/lembaga (K/L) terkait dapat melibatkan pelaku usaha, asosiasi, dan himpunan melalui forum dialog dalam proses penyusunan dan finalisasi kebijakan kenaikan bea masuk hingga 200 persen bea masuk terhadap produk impor.

“Hal tersebut guna penyempurnaan kebijakan dan agar semua dampak yang mungkin timbul dapat dihindari. KADIN berharap pemerintah dapat menelaah lebih lanjut baik terkait jenis produk maupun jalur masuknya,” ungkap Yukki.

Kedua, KADIN mendorong pemerintah menindak tegas dan memberantas jalur masuk ilegal barang yang masuk ke dalam negeri. KADIN merekomendasikan pemerintah untuk membentuk satuan tugas (satgas) pemberantasan dan penertiban barang impor ilegal yang saat ini sudah berada di tengah masyarakat.

“Pemberantasan bisa dengan melibatkan KADIN Indonesia beserta asosiasi dan himpunan,” imbuh Yukki.

Baca Juga  Prosedur Pengajuan Pembebasan Bea Masuk atas Pemindahtanganan Barang untuk Investasi

Ketiga, KADIN mengimbau agar Kemendag tetap memfasilitasi perdagangan dan iklim kemudahan berusaha. Hal ini penting agar pertumbuhan kinerja ekspor nasional maupun iklim investasi tetap bertumbuh dan terjaga.

“Kami mendorong agar kebijakan pembatasan impor tidak menyulitkan dunia usaha dan industri dalam mendapatkan bahan baku dan penolong sekaligus di saat bersamaan memastikan iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan penguatan industri bagi daya saing lebih baik,” jelas Yukki kepada Pajak.com melalui pesan singkat, (4/7).

Alasan Bea Masuk Naik Hingga 200 Persen 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan akan segera menerapkan bea masuk barang impor 100 persen hingga 200 persen. Hal tersebut dilakukan untuk menekan masuknya barang impor di pasar domestik yang lambat laun akan mematikan sektor industri nasional, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Hampir seluruh barang impor siap pakai akan dikenakan bea masuk yang rata-rata berkisar di atas 100 persen. Beberapa diantaranya, seperti produk beauty, alas kaki, pakaian jadi, dan keramik. Seluruhnya akan dikenakan bea masuk di atas 100 persen. Jadi, kita mengendalikan impor agar tidak mematikan produk industri dalam negeri. Saat ini semua negara melindungi kepentingannya masing-masing, maka kita juga harus melakukan itu,” ungkap Zulkifli kepada awak media usai opening ceremony acara Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2024, di Trans Convention Center Bandung, (28/6).

Secara simultan, pemerintah tengah meneruskan perjanjian dagang untuk menekan tarif yang kini cukup berat bagi industri dalam negeri.

“Kita bikin perjanjian dagang agar tarif hambatan dagang yang sekarang berat, bisa kita lalui dengan baik, kita punya called away,” imbuh Zulkifli.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *