Bea Cukai Tinjau Operasional Logistik Pelabuhan dan Perusahaan Penerima Fasilitas KITE
Pajak.com, Jakarta – Dalam rangka memperkuat komunikasi sekaligus meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pelaku usaha, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC/ Bea Cukai) melalui unit vertikalnya, Pekanbaru dan Jember, melaksanakan Customs Visit Customer (CVC) ke sejumlah perusahaan yang berada di bawah pengawasan masing-masing.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo menegaskan bahwa program CVC menjadi sarana penting dalam membangun sinergi antara Bea Cukai dan dunia usaha.
“Dengan melakukan pendekatan langsung ke lapangan, Bea Cukai ingin memastikan bahwa fasilitas yang diberikan telah dimanfaatkan secara optimal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor nasional,” ujar Budi dalam keterangan resminya dikutip Pajak.com pada Sabtu (30/8/25).
Kegiatan CVC Bea Cukai Pekanbaru dilaksanakan pada Rabu (20/8/25) dengan mengunjungi PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dan Pelindo Perawang. PT IKPP yang berlokasi di Perawang, Riau, merupakan produsen pulp dan kertas yang memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Bea Cukai.
Adapun Pelindo Perawang berperan sebagai pelabuhan peti kemas strategis di wilayah Riau, yang menjadi simpul logistik utama khususnya untuk kegiatan ekspor-impor industri.
Lewat kunjungan tersebut, Bea Cukai Pekanbaru menegaskan pentingnya kemitraan yang seimbang antara pengawasan dan pelayanan. Kehadiran langsung di lapangan memungkinkan Bea Cukai tidak hanya memastikan kepatuhan, tetapi juga mendorong efisiensi logistik serta peningkatan produktivitas. Dengan demikian, diharapkan terbangun ekosistem industri dan perdagangan yang sehat, kompetitif, serta berkelanjutan.
Di sisi lain, Bea Cukai Jember juga melaksanakan CVC pada Rabu (13/8/25) dengan menyambangi PT Pertamina Patra Niaga di Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, serta perusahaan penerima fasilitas KITE, yakni PT Panca Mitra Multiperdana dan PT Tri Mitra Makmur.
Dalam pertemuan dengan Pertamina Patra Niaga, Bea Cukai Jember membahas potensi penerimaan negara dari sektor impor gas pada 2025, sekaligus melakukan evaluasi atas kendala kepabeanan yang muncul sepanjang 2024. Pertamina Patra Niaga tercatat sebagai kontributor terbesar bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) di wilayah pengawasan Bea Cukai Jember, sehingga menjadi mitra strategis dalam mendukung penerimaan negara.
Sementara itu, dalam kunjungan ke perusahaan penerima fasilitas KITE, Bea Cukai Jember menampung berbagai masukan dari pelaku usaha. Hal ini mencakup permasalahan yang muncul akibat dinamika perdagangan internasional.
Jika terdapat kendala yang tidak dapat diselesaikan di tingkat lokal, Bea Cukai akan mengidentifikasi dan menindaklanjutinya ke tingkat yang lebih tinggi agar tercapai solusi terbaik.
Budi menegaskan, CVC bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi komitmen Bea Cukai dalam mengoptimalkan fungsi sebagai fasilitator perdagangan sekaligus pengawas industri nasional.
“Sebagai program rutin, CVC berperan penting dalam memberikan ruang dialog antara Bea Cukai dan pelaku usaha. Dengan adanya komunikasi dua arah, diharapkan perusahaan dapat terus berkembang menjadi pusat perdagangan yang tangguh di tengah tantangan global,” pungkasnya.

Comments