in ,

Mengenal Tren dan Strategi Bisnis “Cloud Kitchen”

Bisnis “Cloud Kitchen”
FOTO: IST

Mengenal Tren dan Strategi Bisnis “Cloud Kitchen”

Pajak.comJakarta – Belakangan ini, bisnis cloud kitchen semakin menjamur sampai menarik perhatian para investor kakap. Terkini, Legit Group yang dikenal sebagai konseptor dan operator cloud kitchen multimerek meraih pendanaan seri A dengan total 13,7 juta dollar AS atau setara Rp 205,3 miliar dari sejumlah investor.

Legit Group telah mengoperasikan empat merek ternama, mulai dari Pastaria, Sei’Tan, Sek Fan, dan Ryujin yang berlokasi di lebih dari 30 titik di Jabodetabek. Menggiurkan, bukan? Lalu, apa sebenarnya konsep cloud kitchen dan bagaimana strategi untuk mengembangkannya?

Tren dapur virtual

Cloud kitchen dapat diartikan sebagai sebuah konsep bisnis kuliner yang hanya melayani pembelian dengan sistem pesan-antar, dan bertindak sebagai restoran virtual tanpa ada ruang makan fisik. Ada beberapa istilah lain untuk cloud kitchen seperti ghost kitchen, dapur satelit, dan dapur on-line.

Dapur virtual ini sejatinya merupakan revolusi dalam industri kuliner yang mengikuti perkembangan pasar milenial dan kondisi global yang terinfeksi COVID-19. Saat mobilitas masyarakat dibatasi dan makan di restoran menjadi sesuatu yang sulit dilakukan, cloud kitchen seolah hadir menjadi solusi yang tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Pergeseran pola konsumsi ini membuat kaum milenial mengurangi kebiasaan masak di dapur dan makan ke restoran, karena sudah terlalu nyaman memesan makanan apa pun yang diinginkan lewat sebuah aplikasi. Apalagi, kaum milenial dikenal memiliki kehidupan yang padat dan sedikit waktu.

Kecenderungan ini mendorong tren pertumbuhan pemesanan makanan dari restoran secara daring, sehingga membuka cloud kitchen terlihat lebih sederhana dan relevan dibandingkan membuka restoran baru. Dengan konsep cloud kitchen, Anda tidak perlu memiliki bangunan khusus yang dapat dikunjungi karena hanya dapat dilihat di aplikasi.

Proses pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi restoran atau aplikasi pihak ketiga seperti Grab atau Gojek, sementara metode pembayaran bisa dilakukan melalui dompet digital atau pembayaran tunai ketika kurir datang (cash on delivery/COD).

Baca Juga  Jokowi Lantik Wamen Investasi Yuliot untuk Fokus Tingkatkan Iklim

Konsep cloud kitchen dinilai sebagai ide bisnis makanan yang lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan konsep konvensional seperti membuka warung atau restoran. Dengan tidak memerlukan bangunan yang dirancang secara khusus agar menjadi tempat estetik, Anda dapat menghemat modal Anda untuk menyewa tempat, membayar pelayan, membeli peralatan untuk makan, dan dekorasi ruangan.

Kelebihan lainnya, Anda bisa lebih fokus pada cita rasa dan penyajian makanan kepada konsumen, tidak perlu lagi memikirkan konsep desain restoran dan juga kenyamanan pelanggan ketika makan di dalam restoran atau kafe. Selain itu, mengembangkan bisnis cloud kitchen memiliki risiko kerugian yang lebih rendah. Anda pun akan lebih mudah melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis, misalnya dengan membuka cabang.  

Strategi bisnis

Selain Legit Group, telah banyak perusahaan besar yang fokus terhadap pengembangan cloud kitchen seperti Grab Kitchen, Madgrass, dan Hangry! Jika Anda ingin bergabung menjadi cloud kitchen untuk berbagai jenama terkemuka milik mereka, pelajarilah terlebih dahulu kelengkapan fasilitas yang diberikan seperti operasional, properti/penyewaan ruang, peralatan dapur, karyawan, dan listing management.

Berikut adalah beberapa strategi bisnis yang dapat Anda terapkan untuk memulai usaha dapur virtual.

1. Lokasi strategis

Meski tak perlu menyiapkan ruang makan fisik, cloud kitchen tetap membutuhkan ruang kerja berupa dapur lengkap beserta fasilitasnya. Dapur ini akan dipakai untuk memasak berbagai menu layaknya restoran, dan harus mampu memberikan layanan pengiriman yang cepat.

Untuk itu, lokasi usaha yang strategis akan menentukan keberlangsungan bisnis dapur virtual. Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi yakni target pemasaran dari bisnis. Pilihlah lokasi yang penduduknya sesuai dengan target bisnis Anda.

Selain itu, lokasi usaha akan berpengaruh pada harga makanan yang kamu jual. Selanjutnya, pertimbangkan juga kemudahan akses untuk para kurir daring menjemput makanan dari dapur Anda. Pasalnya, masih ada beberapa tempat yang melarang driver daring masuk ke wilayah pemukiman tertentu.

Baca Juga  Banggar DPR: Pembentukan “Family Office” Perlu Pertimbangkan 2 Hal Ini

Bekerja sama dengan perusahaan operator cloud kitchen yang telah besar dan ternama akan lebih memudahkan Anda. Pasalnya, Anda tak perlu lagi repot memilih tempat yang cocok dan memikirkan fasilitas pendukungnya karena sudah disediakan. Namun, tentu keuntungan yang didapatkan tak sebanyak yang dihasilkan dengan mencoba peruntungan berusaha secara mandiri.

2. Teknologi

Perlu diingat, konsep usaha cloud kitchen dijalankan dengan sistem pemesanan daring. Artinya, Anda perlu menyiapkan platform yang sesuai dan menguasai teknologi. Misalnya, Anda bisa mendaftarkan usaha ke berbagai aplikasi pemesanan makanan yang populer seperti GoFood dan GrabFood.

Pastikan juga koneksi internet Anda stabil agar pelayanan terhadap pelanggan tetap paripurna. Juga, tak ada salahnya menyediakan sistem pemesanan daring dan aplikasi untuk kasir supaya memudahkan Anda dalam menerima pesanan dari pelanggan.

Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan sistem manajemen pesanan dengan rapi dan cepat. Buatlah menu-menu yang disajikan sejelas dan sesederhana mungkin agar mudah dipahami oleh pembeli. Jangan lupa sertakan foto makanan atau minuman yang Anda jajakan semenarik mungkin agar pembeli dapat membayangkan visual menu tersebut.

3. Perlengkapan pendukung

Anda juga harus menyiapkan perlengkapan dapur yang memadai untuk mendukung proses pembuatan makanan dan juga pemesanan. Belilah alat memasak lengkap seperti standar restoran.

Namun, jika modal Anda cukup minim, belilah peralatan yang lebih sedikit tetapi tetap memadai untuk menyiapkan seluruh menu. Persiapkan juga alat kebersihan seperti kain lap, sapu, pel, cairan pembersih, sabun pencuci perabotan, dan lain sebagainya. Jika Anda berencana memiliki kurir sendiri, sediakan minimal 2–3 unit kendaraan untuk mengantar makanan.

4. Kemasan multifungsi

Kemasan makanan yang berkualitas juga akan mendukung keberlangsungan usaha ghost kitchen Anda. Betapa tidak, kemasan produk berfungsi menjaga kualitas makanan tetap baik hingga sampai ke tangan pembeli.

Baca Juga  BritCham Indonesia dan UK - DBT Gelar Diskusi untuk Tingkatkan Inovasi Bidang Kesehatan

Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan jenis makanan yang dijual dengan jenis kemasan yang tepat untuk melindunginya. Selain itu, kemasan produk juga harus didesain dengan baik agar pelanggan merasa tertarik.

Jangan menggunakan kemasan yang terlihat murahan karena orang-orang tidak hanya menilai makanan dari rasa, tetapi juga penampilan. Kemasan produk juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan Anda. Dalam kemasan tersebut bisa Anda tampilkan logo, media sosial, menu andalan, dan promosi yang menarik.

5. Izin usaha

Meski seolah virtual, bisnis ini juga tetap membutuhkan perizinan terlebih sistem bisnis ini bekerja sama dengan bisnis lain. Selain itu, dengan memiliki izin usaha, para calon mitra usaha bisa lebih memercayai bisnis Anda.

Anda dapat mendirikan perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) sebagai salah satu badan usaha berbadan hukum sebelum mendirikan cloud kitchen. Dengan konsep PT, Anda dapat beberapa kelebihan seperti harta dan aset pribadi lebih aman dan kepemilikan saham yang mudah dialihkan.

6. Pegawai

Kekuatan bisnis cloud kitchen tentu terdapat pada cita rasa dan keberagaman menu yang ditawarkan. Untuk itu, alangkah baiknya mempekerjakan chef atau koki yang cakap dan berpengalaman sesuai dengan konsep menu yang Anda inginkan.

Hal ini tentu tidak berlaku apabila Anda merupakan seorang koki yang telah memiliki banyak pengalaman dan beragam inovasi menu. Pegawai lainnya yang dibutuhkan yakni staf kebersihan, keamanan, dan kurir pengiriman pesanan.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *