in ,

Kenali Alternatif Investasi P2P “Lending”

Keunggulan dan risiko

Perencana keuangan OneShildt Erlina Juwita menjelaskan, P2P lending adalah investasi yang modern. Pasalnya, proses pinjam meminjam dilakukan secara on-line dan termasuk ke dalam investasi berbasis teknologi. Sama seperti obligasi, P2P lending juga berbasis utang, yakni memberikan pendanaan lewat aplikasi tertentu.

“Karena lender memberi dana langsung pada borrower, bahkan bisa jadi investasi ini lebih tinggi bunganya dibandingkan deposito, tabungan, bahkan ORI,” ungkap Erlina.

Hal senada juga dikatakan perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi Mike Rini. Menurutnya, bunga yang didapatkan lewat P2P lending biasanya lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi ORI dan deposito.

“Bunganya lebih tinggi dibandingkan instrumen tersebut. Misalnya saja deposito itu sekitar 5 persen (imbal hasil), P2P lending bisa 15 sampai 18 persen,” kata Mike.

Di sisi lain, risiko investasi di P2P lending adalah sebagai berikut:

  • Harus mengikuti ketentuan tenor
  • Misalnya, Anda sudah memilih akan mendanai pinjaman dengan tenor dua tahun, maka Anda tidak bisa meminta pembayaran lebih dari yang direncanakan.
  • Keterlambatan pembayaran
  • Anda bisa saja belum mendapatkan pembayaran, padahal sudah jatuh tempo. Hal itu biasanya karena peminjam sedang mengalami masalah keuangan.
  • Gagal bayar
  • Peminjam bisa saja gagal membayar dana yang sudah Anda pinjamkan karena usahanya bangkrut. Namun, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir soal ini karena P2P lending biasanya menawarkan asuransi untuk memproteksi Anda dari risiko gagal bayar.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *