Sunarso melanjutkan, dari sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga tumbuh positif menjadi sebesar Rp 1.135,31 triliun. Tabungan tercatat mendominasi DPK BRI dengan total mencapai Rp 470,16 triliun, tumbuh sekitar 7,12 persen (YoY). Tidak hanya itu saja, proporsi dana murah atau CASA BRI pun terus merangkak naik, pada akhir kuartal III 2021 tercatat 59,60 persen atau lebih tinggi jika dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,02 persen.
“Keberhasilan perseroan dalam meningkatkan proporsi dana murah membuat biaya dana atau Cost of Fund (COF) BRI terus menurun, Hingga akhir September 2021 COF BRI tercatat 2,14 persen, lebih rendah dibandingkan COF BRI pada September 2020 sebesar 3,45 persen,” ujarnya.
Sunarso mengatakan, solidnya kinerja BRI dari sisi penyaluran kredit dan pendanaan membuat aset perseroan terus tumbuh. Hingga akhir kuartal III tercatat aset BRI mencapai Rp 1.619,77 triliun atau tumbuh 11,87 persen (YoY). Sementara itu, laba BRI per September 2021 tercatat Rp 19,07 triliun atau tumbuh 34,74 persen (YoY).
“Ini merupakan buah dari hasil strategi BRI yang terus menekankan pada sustainability dan pencadangan pada saat kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya akibat pandemi,” pungkasnya.
Comments