in ,

Akhir Maret, Pasar Modal Indonesia di Zona Merah

Selain itu, lanjut Yulianto, terdapat pencatatan obligasi berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper tahap IV tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, pada Rabu (24/3). Obligasi itu dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp 3,25 triliun dengan hasil pemeringkatan idA+ (single A+) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun wali amanat dari emisi ini adalah PT Bank KB Bukopin Tbk.

Dengan demikian, emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2021 adalah 18 emisi dari 15 emiten senilai Rp 19,09 triliun. Sehingga total obligasi dan sukuk yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia berjumlah 479 emisi dengan nilai nominal sebesar Rp 431,71 triliun dan 47,5 juta dollar AS.

Baca Juga  Syarat dan Cara Mengurus Perubahan HGB Jadi SHM

“Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berjumlah 142 seri dengan nilai nominal Rp 4.126,89 triliun dan 400 juta dollar AS. Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 11 emisi dengan nilai Rp 7,21 triliun,” tambah Yulianto Aji Sadono .

Ditulis oleh

Baca Juga  Sri Mulyani Apresiasi Komitmen Investasi IFC 9,6 Miliar dollar AS

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *