in ,

5 Perbedaan Fundamental Pasar Modal dan Pasar Uang

Perbedaan Fundamental Pasar Modal dan Pasar Uang
FOTO: IST

5 Perbedaan Fundamental Pasar Modal dan Pasar Uang

Pajak.com, Jakarta – Bagi Anda yang baru saja memulai investasi, penting untuk memahami perbedaan instrumen pasar modal dan pasar uang. Pemahaman kedua instrumen ini merupakan hal krusial untuk menyesuaikan rencana keuangan dan tujuan investasi Anda. Lantas, apa perbedaan fundamental dari pasar modal dan pasar uang? Setidaknya, ada lima perbedaan yang Pajak.com rangkum dari penjelasan resmi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Definisi pasar uang:

Pasar uang adalah bagian dari sistem keuangan yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan, pinjam meminjam, atau pendanaan berjangka pendek satu tahun.

Definisi pasar modal:

Pasar modal merupakan tempat bertemunya perusahaan emiten yang membutuhkan dana dengan investor yang ingin menanamkan uang.  

5 perbedaan fundamental pasar uang dan pasar modal:

1. Jangka waktu 

Durasi investasi pasar uang biasanya lebih pendek, maksimal beberapa bulan sampai satu tahun. Sementara, jangka waktu investasi pasar modal mulai dari beberapa bulan sampai puluhan tahun—sesuai keinginan investor atau umur perusahaan emiten;

2. Jenis instrumen investasi yang diperjualbelikan

Instrumen pasar uang umumnya, meliputi surat-surat utang atau deposito berjangka. Sedangkan, instrumen pasar modal jauh lebih luas, mulai dari saham hingga reksa dana;

3. Institusi yang mengawasi

Kendati keduanya dinaungi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal dan pasar uang memiliki otoritas pengambil keputusan yang berbeda. Otoritas tertinggi pasar uang adalah Bank Indonesia (BI), sedangkan otoritas tertinggi pasar modal adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu);

Baca Juga  Pilihan Instrumen Investasi yang Diproyeksi Tangguh di Tengah Gejolak Ekonomi

4. Tingkat risiko yang dimiliki

Tingkat profitabilitas pasar uang lebih pasti, sehingga pasar uang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Oleh sebab itu, pasar uang adalah jenis investasi paling sesuai bagi investor dengan profil risk averse. Sebaliknya, pasar modal punya risiko tinggi, karena profitabilitasnya sangat fluktuatif mengikuti gejolak ekonomi pasar; dan

5. Keuntungan yang didapatkan

Pasar uang menawarkan pergerakan nilai aset yang cenderung stabil dan peningkatan nilai aset yang stabil hingga 5 persen setiap tahunnya. Investasi di pasar uang merupakan sarana investasi yang cocok bagi Anda sebagai pemula.

Sementara instrumen investasi pasar modal menawarkan keuntungan yang lebih besar, namun bersifat fluktuatif. Selain itu, instrumen pasar modal memiliki keuntungan sebagai jaminan dalam pengajuan utang.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *