in ,

PGN dan PIM Produksi Gas Ramah Lingkungan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PIM Budi Santoso Syarif mengatakan, rencana PIM ke depan adalah mengembangkan blue ammonia di lahan Iskandar Muda Industrial Area (IMIA), yaitu lahan strategis di Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL). Secara teknis, PGN berperan sebagai penyedia gas bumi dan infrastruktur gas untuk pabrik ammonia baru. Sementara PIM akan menyediakan lahan dan utilitas untuk operasional pabrik dan pengoperasian pabrik blue ammonia. Tugas ini menjadi bagian perusahaan karena pengalaman panjang PIM dalam pengoperasian pabrik pupuk

“Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan di pabrik ammonia akan di-capture dan di-treatment lebih lanjut dalam bentuk carbon capture storage atau CCUS (carbon capture utilization unit, sehingga ammonia yang diproduksi menjadi blue ammonia. CO2 yang dihasilkan akan diinjeksikan ke sumur oil and gas untuk menambah tonase oil recovery. Dengan menyimpan CO2 di bawah tanah, dapat menjadi enabler untuk peningkatan produksi migas. Hal ini berpotensi juga dalam meningkatkan profit PGN maupun PIM,” jelas Budi.

Baca Juga  Mengenal 5 Jenis Budaya Kerja

Pemerintah melalui Kementerian BUMN memang tengah fokus mendorong pengembangan energi hijau. Selain berkolaborasi dengan PIM, PGN juga telah menjalin sinergi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh. Di sana, PGN mendukung industri dan pengembangann KEK melalui LNG (liquefied natural gas) regasification, LNG hub, LNG trading, serta mini LNG plants. LNG dikembangkan di KEK agar dapat menjadi energi yang lebih bersih. PGN juga tengah pengembangan biometanol mengganti penggunaan minyak fosil. Biometanol diproses dari limbah cair minyak sawit yang disebut palm oil mill effluent (POME). Bila dibiarkan dan tidak diproses, POME dapat membahayakan lingkungan.

Ditulis oleh

Baca Juga  Ini Pembahasan Pertemuan Sri Mulyani dan AHY

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *