in ,

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Diproyeksi 5,5 Persen, Ini Rincian Asumsi Dasar Makro

Pertumbuhan Ekonomi 2025
FOTO: Dok. Sri Mulyani

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Diproyeksi 5,5 Persen, Ini Rincian Asumsi Dasar Makro 

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati rincian asumsi dasar makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi 2025 yang diproyeksi mampu mencapai hingga 5,5 persen.

Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam rapat ‘Penyampaian dan Pengesahan Laporan Panitia Kerja (Panja) Banggar DPR dalam rangka Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2025’, di Gedung DPR, Jakarta, (4/7).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan bahwa rapat kerja tersebut menyepakati hasil Panitia Kerja Panja Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN Tahun Anggaran 2025 mengenai kisaran angka asumsi dasar ekonomi makro pada RAPBN 2025.

Rincian Asumsi Dasar Makro 2025

Dalam keterangan tertulis yang Pajak.com terima (5/7), Sri Mulyani memerinci hasil kesepakatan tersebut, yaitu:

  1. Pertumbuhan ekonomi 5,1 – 5,5 persen;
  2. Laju inflasi 1,5 – 3,5 persen;
  3. Nilai tukar rupiah Rp 15.300 – 15.900 per dollar Amerika Serikat (AS);
  4. Tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun 6,9-7,2 persen;
  5. Harga minyak mentah Indonesia 75 – 85 dollar AS per barel;
  6. Lifting minyak bumi 580 – 605 ribu barel per hari; dan
  7. Lifting gas bumi 1.003-1.047 ribu barel setara minyak per hari.

Sementara, sasaran dan indikator pembangunan pada tahun 2025 yang diusulkan pemerintah dan kemudian disepakati adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat kemiskinan 7 – 8 persen;
  2. Tingkat kemiskinan ekstrem 0 persen;
  3. Rasio gini 0,379 – 0,382;
  4. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) 4,5 – 5 persen;
  5. Indeks modal manusia 0,56;
  6. Nilai tukar petani 115 – 120; dan
  7. Nilai tukar nelayan 105 – 108.
Baca Juga  Asumsi Dasar Ekonomi Makro Penyusunan APBN

Sri Mulyani juga mengungkapkan, penjelasan dan catatan dari rapat kerja bersama DPR sangat berguna bagi pemerintah untuk menyusun RAPBN 2025. Pemerintah akan mengoptimalkan seluruh laporan panja agar tetap harmonis dan konsisten.

“Kami akan bekerja keras dan terus berkomunikasi agar RAPBN 2025 tetap bisa menjawab tantangan pembangunan sembari menjaga kesehatan dan sustainabilitasnya,” tambah Sri Mulyani.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Banggar DPR Said Abdullah menekankan bahwa asumsi dasar makro dan sasaran pembangunan tahun 2025 akan menjadi kerangka kerja bagi pemerintahan mendatang.

“Kami menyepakati setiap target, sasaran dan kebijakan pembangunan serta catatan panja agar memberikan ruang yang lebar bagi pemerintahan baru nantinya,” imbuh Said.

Rapat ini juga turut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *