in ,

Penularan Omicron Meningkat, Jokowi Imbau Prokes

Kendati demikian, perlu dipahami bahwa tidak semua kasus COVID-19 Omicron membutuhkan layanan kesehatan secara langsung karena gejalanya tidak membahayakan. Terpenting meminimalkan kontak untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

“Ketika hasil tes PCR (polymerase chain reaction) saudara positif, tanpa ada gejala, silakan melakukan isolasi mandiri di rumah selama lima hari. Bila ada gejala batuk, pilek, atau gejala demam, silakan gunakan layanan telemedisin atau ke puskesmas atau ke dokter terdekat. Dengan demikian, beban fasilitas kesehatan dari puskesmas sampai rumah sakit bisa berkurang. Ini penting agar fasilitas kesehatan kita dapat lebih fokus menangani pasien dengan gejala berat, maupun pasien-pasien penyakit lain yang membutuhkan layanan intensif,” jelas Jokowi.

Hal senada juga ditekankan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia meminta masyarakat mengetahui gejala COVID-19 Omicron agar bisa melakukan pencegahan. Di sisi lain, pemerintah akan mempercepat vaksinasi booster untuk masyarakat.

“Yang paling penting selalu pakai masker, hindari kerumunan karena penularan akan semakin tinggi. Kalau bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena risiko tertularnya sedang tinggi. Tapi kalau pun tertular Omicron, tidak usah panik, yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin. Jika ada gejala ringan, minum obat. Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG (orang tanpa gejala), atau asimtomatik, atau gejala sakitnya ringan. Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” kata Budi Gunadi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *