BRI Catat Pembiayaan Hijau Rp89,9 T hingga Maret 2025, Diklaim Terbesar di Indonesia
Pajak.com, Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pembiayaan hijau (green financing) senilai Rp89,9 triliun hingga akhir kuartal I-2025, tumbuh 8,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara keseluruhan, portofolio keuangan berkelanjutan (sustainable financing) BRI mencapai Rp796 triliun, yang mencakup pembiayaan hijau, pembiayaan UMKM, dan investasi pada obligasi korporasi berbasis environmental, social, and governance (ESG). Jumlah tersebut setara dengan 64,16 persen dari total portofolio pembiayaan dan investasi obligasi BRI, yang diklaim sebagai institusi keuangan dengan pembiayaan berkelanjutan terbesar di Indonesia.
Direktur Human Capital & Compliance BRI A. Solichin Lutfiyanto mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi BRI dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnisnya.
“Keuangan berkelanjutan penting untuk menjembatani kesenjangan pendanaan bagi berbagai inisiatif ramah lingkungan. Kami menjalankan peran penting dalam menyediakan pembiayaan bagi debitur untuk bertransisi ke praktik-praktik rendah karbon dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperluas solusi pembiayaan hijau,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com, Jumat (13/6/2025).
Solichin memerinci, portofolio pembiayaan hijau BRI tersebar pada sejumlah sektor strategis, termasuk pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebesar Rp61,16 triliun, produk ramah lingkungan Rp7,80 triliun, energi terbarukan Rp6,47 triliun, dan transportasi hijau Rp3,55 triliun. Pembiayaan juga mengalir ke proyek bangunan hijau dan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan lainnya. Ia pun memastikan kalau seluruh kegiatan ini dijalankan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan Nomor 18 Tahun 2023 tentang tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, lanjut Solichin, BRI juga mengembangkan berbagai instrumen pendanaan berbasis ESG. Hingga Maret 2025, BRI membukukan total pendanaan wholesale sebesar Rp111,79 triliun, di mana sekitar 39,66 persen di antaranya berasal dari instrumen hijau. Termasuk dalam portofolio ini adalah green bond senilai Rp13,5 triliun yang diterbitkan dalam tiga tahap, serta sustainability–linked loan senilai 1 miliar dolar AS—yang merupakan inisiatif pertama di Asia dalam kategori tersebut, ditujukan untuk memperkuat pembiayaan mikro.
Strategi berkelanjutan BRI juga tecermin dalam penerbitan surat utang inklusif seperti medium term notes dan subordinated bonds, yang dialokasikan untuk pelaku UMKM, korporasi ultra mikro, serta individu berpenghasilan rendah. Langkah ini, lanjut Solichin, sekaligus memperkuat misi BRI sebagai bank inklusif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dari akar rumput.
Selain memperluas cakupan pembiayaan hijau, BRI juga berkomitmen terhadap peningkatan kualitas tata kelola internal yang mendukung prinsip keberlanjutan global. Ia menegaskan, pembiayaan secara konsisten disalurkan ke sektor-sektor seperti energi terbarukan, pertanian ramah lingkungan, pengelolaan air dan limbah, serta efisiensi energi.
“Kami percaya bahwa kontribusi aktif terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi daya tahan ekonomi nasional,” tutup Solichin.

Comments