Gelar Pajak Bertutur 2025, DJP Gaungkan Inklusi Kesadaran Perpajakan untuk Generasi Muda
Pajak.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali menggelar Pajak Bertutur 2025 dengan mengusung tema Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kesadaran pajak kepada generasi muda, sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli menyampaikan, Pajak Bertutur dilaksanakan dalam semangat membangun masa depan bangsa melalui pendidikan dengan menanamkan nilai kesadaran pajak pada generasi muda.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran pajak, yang merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang taat pajak dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan negara,” tutur Rosmauli dalam acara Pajak Bertutur 2025, dikutip Pajak.com pada Rabu (27/8/25).
Rosmauli menjelaskan, inklusi kesadaran pajak sejak dini merupakan langkah strategis yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Saat ini, program tersebut telah diimplementasikan pada jenjang perguruan tinggi serta Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Sejalan dengan rencana strategis DJP, program ini juga akan diperluas ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat mulai tahun 2026 mendatang.
“Dan untuk menyampaikan program inklusi kesadaran pajak, hari ini kita melaksanakan kegiatan Pajak Bertutur tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dari pagi hari ini dan sudah dimulai sejak tahun 2017,” jelas Rosmauli.
Pajak Bertutur 2025 terdiri dari tiga rangkaian kegiatan. Pertama, Lomba Tutur Pajak Tahun 2025 yang meliputi empat perlombaan, yakni lomba mendongeng menggunakan bahasa isyarat dengan tema Pajak untuk Negeriku, Lomba Modul Ajar Inklusi Kesadaran Pajak untuk SMP atau sederajat, Lomba Modul Ajar Inklusi Kesadaran Pajak untuk SMA atau sederajat, serta Lomba Risalah Kebijakan dengan tema Edukasi Perpajakan. Pendaftaran lomba dibuka sejak 1 Agustus 2025 dan ditutup pada 17 Agustus 2025.
Kedua, Tax Edu Bootcamp yakni bimbingan teknis inklusi kesadaran pajak untuk tenaga pendidik yang telah dilaksanakan pada 25 Agustus 2025, dengan menghadirkan perwakilan guru SMA dan SMK negeri se-DKI Jakarta.
Ketiga, acara puncak Pajak Bertutur 2025 yang digelar secara serentak oleh Kantor Pusat DJP, 34 Kantor Wilayah, 352 Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dan 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).
Rosmauli melaporkan, kegiatan ini diikuti oleh 5 SMA dan 5 SMK di DKI Jakarta, melibatkan 30 guru pendamping serta 300 siswa. Secara nasional, total peserta tercatat 75 sekolah dasar atau sederajat, 148 SMP, 383 SMA, dan 47 perguruan tinggi, dengan jumlah siswa dan mahasiswa mencapai 27.675 orang.
“Kegiatan bertutur tahun ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap sadar dan taat pajak, melalui penanaman nilai-nilai kesadaran pajak dalam proses pembelajaran, mendukung program inklusi kesadaran pajak, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembelajaran kesadaran pajak pada dunia pendidikan,” jelasnya.
Pada momen tersebut, DJP juga meluncurkan program Pajak Membaca yang diresmikan langsung oleh Dirjen Pajak Bimo. Program ini menghadirkan kegiatan membaca bersama serta memperkenalkan spot membaca dan fasilitas DJ Pustaka.
Pajak Bertutur 2025 juga menghadirkan Mitra Inklusi Award sebagai bentuk penghargaan kepada mitra yang telah berkontribusi dalam mendukung program inklusi kesadaran pajak. Acara semakin semarak dengan sesi talkshow bersama para narasumber inspiratif.

Comments