Realisasi Investasi Indonesia Capai Rp491,4 Triliun pada Kuartal III-2025
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia mencapai Rp491,4 triliun pada kuartal III-2025. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp477,7 triliun pada Kuartal II-2025 dan Rp465,2 triliun pada Kuartal I-2025.
Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp212 triliun atau 43,1 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp279,4 triliun atau 56,9 persen.
“Hasil realisasi investasi dari Januari sampai dengan September 2025 alhamdulillah secara keseluruhan apa yang kita sudah canangkan, apa yang kita sudah inginkan, target yang kita sudah rencanakan itu kita capai dengan baik,” ujar Rosan dalam konferensi pers yang dipantau Pajak.com pada Jumat (17/10/25).
Dalam paparannya, Rosan menjelaskan bahwa sepanjang Kuartal III-2025, investasi berhasil menyerap 696.478 tenaga kerja Indonesia.
Dari sisi wilayah, investasi di luar Jawa kembali mendominasi dengan kontribusi 54,1 persen atau senilai Rp265,8 triliun, sedangkan wilayah Jawa menyumbang 45,9 persen atau Rp225,6 triliun.
Dari sisi lokasi, Jawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar, mencapai Rp77,1 triliun atau 15,7 persen dari total PMA dan PMDN. Disusul DKI Jakarta (Rp63,3 triliun atau 12,9 persen), Sulawesi Tengah (Rp33,4 triliun atau 6,8 persen), Banten (Rp30,8 triliun atau 6,3 persen), dan Jawa Timur (Rp30,4 triliun atau 6,2 persen).
Lebih rinci, untuk PMA Jawa Barat memimpin dengan nilai 2,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 16,7 persen, diikuti Sulawesi Tengah (2,0 miliar dolar AS atau 14,8 persen), DKI Jakarta (1,4 miliar dolar AS atau 10,6 persen), Maluku Utara (1,0 miliar dolar AS atau 7,3 persen), dan Banten (0,8 miliar dolar AS atau 5,7 persen).
Sedangkan untuk PMDN, Jawa Barat juga menempati posisi tertinggi dengan Rp41,8 triliun (15 persen), disusul DKI Jakarta (Rp40,6 triliun atau 14,6 persen), Kalimantan Timur (Rp23,5 triliun atau 8,4 persen), Jawa Timur (Rp21,5 triliun atau 7,7 persen), dan Sumatera Selatan (Rp11,6 triliun atau 4,4 persen).
Sektor yang menjadi penyumbang terbesar pada Kuartal III-2025 adalah industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp62 triliun (12,6 persen). Disusul pertambangan senilai Rp55,9 triliun (11,4 persen), transportasi, gudang, dan telekomunikasi senilai Rp52,6 triliun (10,7 persen), jasa lainnya sebesar Rp44,3 triliun (9 persen), serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp34,5 triliun (7 persen).
Rosan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat iklim investasi yang transparan, kredibel, dan berintegritas. Ia menyampaikan bahwa upaya peningkatan dan penyempurnaan regulasi serta kebijakan investasi akan dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan kepastian, kemudahan, dan kepercayaan bagi para pelaku usaha.
“Memberikan kepastian dari berusaha itu di Indonesia berjalan dengan baik secara transparan, terbuka dan juga selalu menjunjung tata kelola perusahaan good governance yang terus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Comments