in ,

Mengenal Keuntungan, dan “Tips” Menjadi Seorang Afiliator

Tips Menjadi Seorang Afiliator
FOTO : IST

Mengenal Keuntungan, dan “Tips” Menjadi Seorang Afiliator

Pajak.com, Jakarta – Pernah mendengar kata afiliator? Istilah ini sering berkaitan dengan freelancer dan content creator. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), afiliator sendiri berasal dari kata afiliasi yang berarti bentuk kerja sama dua lembaga dengan memanfaatkan sosialisasi untuk mengembangkan bisnis. Afiliator bisa individu, badan usaha, maupun organisasi. Bekerja dalam bidang ini terlihat menyenangkan dan bisa mendapatkan hasil yang cukup besar. Oleh karena itu, banyak yang tertarik menjadi seorang afiliator karena memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel. Lantas apa keuntungan, dan tips menjadi seorang afiliator? Dikutip dari laman cimbniaga.co.id, berikut ulasan lengkapnya.

Keuntungan

Tak dapat dipungkiri, potensi menjadi afiliator sangat besar. Saat ini dengan kemajuan teknologi banyak yang menggunakan media digital untuk menjaring konsumen. Terlebih, teknologi juga memudahkan proses penjualan produk. Tanpa harus promosi secara hard skill, mudah untuk menawarkan produk. Berikut beberapa keuntungan menjadi seorang afiliator.

  • Dapat Penghasilan Tambahan

Penghasilan dari profesi afiliator cukup menjanjikan, bahkan tidak terbatas. Semakin banyak menjual produk atau jasa, maka pendapatan bertambah besar. Begitu juga sebaliknya, semua tergantung dari seberapa besar dan tekun usaha Anda dalam mempromosikan suatu produk.

Sedangkan besarnya persentase pendapatan afiliator juga bermacam-macam. Jika bisa menjual produk berharga mahal, meski secara persentase kecil, namun nominalnya besar. Pemilik produk juga biasanya akan memberi bonus tambahan jika banyak closing.

Kepiawaian afiliator dalam menjual produk akan menentukan besarnya pendapatan. Bisa jadi pendapatan bulan ini sangat fantastis, namun pada waktu lain terbatas.

  • Jam kerja fleksibel
Baca Juga  Prosedur Pengajuan Permohonan Pencabutan Penanaman Modal

Berbeda dengan karyawan perusahaan yang terikat waktu, seorang afiliator memiliki jam kerja yang lebih fleksibel, dapat bekerja kapan saja, dan dimana saja. Bahkan ketika berlibur atau menyelesaikan pekerjaan rumah bisa sambil menjalankan profesi.

Karena fleksibel, banyak yang berpikiran bahwa profesi ini sangat menyenangkan dan memberi kebebasan. Seorang afiliator tidak harus mengenakan seragam atau berangkat pagi pulang malam seperti karyawan kantor. Jenis ini merupakan tipe pekerjaan bagi orang yang tidak suka terikat dengan waktu dan aturan.

  • Modal rendah

Modal untuk profesi ini tergolong rendah. Bisa hanya dengan menggunakan ponsel dan jaringan internet saja. Tanpa perlu modal, tentu keuntungannya lebih maksimal karena tidak ada penyusutan modal atau peralatan kerja.

Seorang afiliator tidak membutuhkan investasi yang bermacam-macam. Hanya berbekal peralatan yang ada, bisa mendapatkan penghasilan melebihi karyawan.

Dengan demikian, siapa pun bisa bekerja selama menguasai dunia marketing. Sedangkan ilmu tentang marketing sangat mudah untuk dipelajari. Tidak sedikit orang yang sukses berbekal kemampuan alami tanpa perlu pendidikan, khusus.

Untuk mendapatkan pekerjaan sebagai afiliator juga sangat mudah. Banyak yang menawarkan di media sosial maupun jaringan pertemanan atau grup affiliate. Agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih banyak, bisa bergabung dengan grup freelance yang biasanya juga memuat informasi tentang affiliate.

  • Mendapatkan penghasilan pasif
Baca Juga  Investasi Berbasis Syariah, Kenali Definisi dan Jenis Sukuk

Seorang afiliator berpotensi untuk mendapatkan penghasilan pasif, yaitu pemasukan meskipun tidak sedang kerja. Sebagai contoh, pada saat menawarkan jasa langganan internet. Selama konsumen masih menggunakan jaringan tersebut, maka pendapatan terus masuk.

Meski tidak lagi memasarkan berbagai macam produk, namun jika ada yang repeat order atau berlangganan dengan jasa atau barang yang pernah dipasarkan, tetap mendapat penghasilan.

Ini salah satu penyebab seorang afiliator bisa mendapatkan penghasilan banyak. Jika ingin beristirahat total dari pekerjaan, namun tetap bisa mendapatkan penghasilan, salah satu caranya adalah dengan menjadi afiliator.

Disamping itu, afiliator juga bisa mengkalkulasi penghasilan pasif yang mungkin diterima setiap bulan dari data penjualan dan jadwal repeat order klien atau konsumen. Bahkan, sebagai afiliator merupakan salah satu jenis pekerjaan yang sebelumnya disiapkan untuk memberi penghasilan dalam jumlah cukup.

Tips menjadi afiliator 

Mudahnya menjual produk menjadikan banyak perusahaan yang menggunakan jasa Anda. Maka, sebelum mengambil job sebaiknya berhati-hati dan selektif. Jangan sampai terjadi masalah karena memasarkan produk ilegal atau terlarang. Berikut yang harus Anda perhatikan untuk menjadi seorang afiliator.

  • Memilih afiliasi yang mengantongi izin

Cek terlebih dahulu, apakah perusahaan yang akan menggunakan jasa Anda resmi dan sudah mempunyai izin. Ini bisa dilihat dari surat penetapan badan hukum, izin usaha, domisili. Tidak masalah jika sebelum menyetujui untuk mengambil pekerjaan tersebut, menanyakan perizinannya terlebih dulu. Karena hal ini terkait dengan kenyamanan dan keamanan bersama dalam bekerja.

  • Menggunakan strategi tepat
Baca Juga  Moody’s: Indonesia Negara Layak Tujuan Investasi

Untuk menjadi seorang afiliator sukses, tentu harus menggunakan strategi yang pas. Hal ini tergantung jenis produk dan target market. Sebaiknya Anda mempunyai product knowledge yang cukup, sehingga mudah menjelaskan pada konsumen.

Tidak sedikit afiliator yang melakukan branding pada dirinya sendiri. Caranya dengan menggunakan produk yang dijualnya sehingga konsumen lebih yakin dan bisa melihat sendiri dari yang dikenakan oleh afiliator.

  • Tidak memasarkan barang ilegal

Kehati-hatian berikutnya adalah terkait memilih produk. Pastikan barang tersebut tidak dilarang untuk dijual belikan dan asalnya jelas. Jika berupa produk ilegal, bisa saja terseret masalah.

Sebaiknya mengetahui detail barang yang akan dipasarkan. Bukan hanya jenisnya, tetapi juga komposisi dan asalnya. Product knowledge ini juga penting untuk membantu memasarkan barang karena bisa memberikan penjelasan secara detail.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *