in ,

Kinerja Menguat di 2025, BEI Kukuhkan Peran Pasar Modal sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Foto: Aprilia Hariani

Kinerja Menguat di 2025, BEI Kukuhkan Peran Pasar Modal sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pajak.com, Jakarta – Perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  tahun 2025 secara resmi ditutup, pada (30/12/25). BEI mencatat penguatan kinerja dan capaian positif pasar modal Indonesia yang tercermin dari meningkatnya investor menjadi sebanyak 20,3 juta. Aktivitas perdagangan juga mencatatkan beberapa rekor baru yang mencapai 24 kali all-time high, diikuti dengan rekor kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun. Hal ini semakin mengukuhkan peran pasar modal sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan perekonomian nasional.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tahun pembuktian ketahanan dan kesiapan pasar modal Indonesia, meskipun di tengah tekanan domestik dan global yang tinggi.

“Pasar mampu menjaga stabilitas, bangkit kembali, dan menorehkan capaian kinerja yang solid,” ujar Iman dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com (31/12/25)

Khusus untuk investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham. Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi per 29 Desember 2025 mencapai lebih dari 901 ribu per bulan. Selain itu, jika dilihat dari tipe investor, porsi transaksi investor ritel masih mendominasi sebesar 49,9 persen. Dari segi transaksi investor institusi asing dengan porsi transaksi mencapai lebih dari 36,3 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian hingga November 2025.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif. BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI selama periode Januari hingga Desember 2025 telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar yang diikuti oleh 2.820.702 peserta.

Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal yang dilaksanakan secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audience sebanyak 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BEI juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi secara daring untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah.

Iman menyebut, dari sisi penawaran efek (supply), BEI telah berhasil meraih sejumlah pencatatan efek baru yaitu 26 saham baru dengan total fund-raised Initial Public Offering (IPO) saham mencapai Rp18,1 triliun. Enam di antaranya merupakan lighthouse IPO. Dengan demikian, total perusahaan tercatat saham sampai dengan saat ini telah mencapai 956 perusahaan.

Adapun raihan pencatatan efek baru lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk, tiga Exchange-Traded Fund (ETF), satu Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstrukur pada tahun 2025. Jumlah perusahaan tercatat saham di tahun 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun dari sisi jumlah penghimpunan dana dari saham mengalami peningkatan sebesar 26,6 persen.

Berdasarkan data dari EY Global IPO Trends Q3 2025, jumlah pencatatan saham baru di BEI menempati peringkat ke-11 di dunia dari sisi jumlah IPO.

Selama tahun 2025, pasar modal Indonesia bergerak dinamis dan menunjukkan tren positif seiring dengan perkembangan kondisi global maupun domestik.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 22,10 persen secara year-to-date pada level 8.644,26 pada (29/12/25). Kemudian, sepanjang tahun 2025 data perdagangan mulai mengalami kenaikan dibandingkan akhir tahun lalu dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berada pada posisi Rp18,06 triliun. Data tersebut diikuti dengan volume transaksi harian sebesar 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,78 juta kali transaksi.

“Aktivitas perdagangan di sepanjang tahun 2025 juga mencatatkan beberapa rekor baru yang mencapai 24 kali all-time high, diikuti dengan rekor kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun,” ungkap Iman.

Hingga 29 Desember 2025, perdagangan surat utang melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) mencatatkan rata-rata volume transaksi harian sebesar Rp6,52 triliun. Sementara itu, untuk perdagangan produk nonsaham, nilai transaksi telah mencapai Rp7,65 triliun.

Sedangkan untuk unit karbon, telah tercatat sebanyak 2,89 juta ton CO2 ekuivalen unit karbon dari 9 proyek dengan nilai transaksi mencapai Rp30,12 miliar.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *