Elon Musk Resmikan Starlink di Bali, Apa Manfaatnya bagi Indonesia?
Pajak.com, Bali – Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc dan SpaceX Elon Reeve Musk (Elon Musk) resmikan Starlink—layanan jaringan internet satelit miliknya, di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar, Bali. Elon Musk optimistis koneksi internet dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam mengakses pendidikan maupun layanan kesehatan.
Sebagai informasi, Starlink merupakan satelit pertama dan terbesar di dunia milik SpaceX dengan menggunakan teknologi low earth orbit (LEO) yang diklaim dapat merevolusi konektivitas internet di seluruh dunia, sehingga mampu menghadirkan internet broadband yang dapat mendukung berbagai aktivitas on-line. Pada 2018, SpaceX meluncurkan satelit prototipe pertamanya ke orbit dan hingga saat ini sudah sekitar 5.000 satelit yang berhasil mengorbit di luar angkasa.
“Internet bahkan bisa menjadi penyelamat. Seperti yang saya bilang, ketika Anda bisa mengakses internet, Anda bisa belajar banyak hal, bahkan pelajaran dan pengetahuan yang ada di Massachusetts Institute of Technology/MIT (salah satu perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat/AS). Dengan internet, Anda juga bisa menjual layanan bisnis ke seluruh dunia. Jadi, menurut saya itu akan terjadi, sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat terpencil,” ungkap Elon Musk kepada awak media usai peresmian, dikutip Pajak.com, (20/5).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, jaringan internet Starlink akan dinikmati oleh 3.400 puskesmas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)—yang tersebar pada 7.000 pulau di Indonesia. Adapun 3.400 puskesmas itu, terdiri dari 2.700 puskesmas yang susah mendapatkan internet dan 700 yang tidak memiliki akses internet.
“Kita punya 10.000 puskesmas yang sekarang kita digitalisasi agar layanan- layanan yang sebelumnya tidak bisa disampaikan di puskesmas atau sulit diakses masyarakat, jadi bisa diakses. Layanan kesehatan dan mempermudah akses komunikasi antardaerah, khususnya daerah terpencil. Dokter kita juga kurang sekali, dengan adanya internet connection ini bisa dilakukan telemedicine. Konsultasi ke dokter spesialis, bayangkan susahnya kalau di daerah NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), dan pulau-pulau terpencil di daerah selatan. Ahlinya ada di Bali semua, dokter-dokter hebatnya, nanti dengan internet, mereka bisa melakukan telemedicine,” ungkap Budi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah bertemu dengan Elon Musk pada September 2023. Luhut mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia dan Elon Musk fokus membahas penerapan satelit Starlink untuk digunakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Dia (Elon Musk) berharap atau kita berharap proses Starlink yang digunakan Kemenkes di daerah terpencil, sehingga bisa di-cover rakyat kita di perdesaan dengan internet sebagus mungkin, nanti itu juga akan ditandatangani,” ujarnya.

Comments