SMF Gandeng Pemda Bangun Rumah Layak Huni untuk MBR Rendah di Surakarta
Pajak.com, Solo – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali memperluas program pembangunan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Surakarta. Melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) SMF menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menuntaskan kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas hunian warga, khususnya di wilayah Sangkrah.
Sekretaris Perusahaan SMF Primasari Setyaningrum menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dilakukan sejak 2021. Pada tahun tersebut, SMF telah merehabilitasi 47 rumah di wilayah Mojo sebagai upaya awal pengentasan lingkungan kumuh. Pada 2025, SMF kembali hadir untuk menyelesaikan tahap berikutnya dengan total 56 rumah yang menjadi sasaran perbaikan.
“Saat ini kami kembali sesuai dengan arahan Kementerian Keuangan waktu itu bersama dengan BUMN-BUMN di bawah Kementerian Keuangan lainnya. Sehingga impact-nya lebih besar dengan total rumah sebanyak 56 rumah,” jelasnya kepada awak media di Surakarta, dikutip Pajak.com pada Jumat (14/11/25).
Perempuan yang akrab disapa Tian tersebut menuturkan bahwa Kota Solo dipilih karena memiliki progres signifikan dalam pengentasan wilayah kumuh. Menurutnya, penyelesaian kawasan kumuh harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya memperbaiki sebagian kecil rumah.
Selain itu, koordinasi yang baik dengan Pemda menjadi faktor penting keberlanjutan program. Tian menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mempermudah proses perizinan dan pertanahan sehingga SMF dapat fokus pada pembangunan.
“Segala urusan perizinan, pertanahan, itu sudah land clearing pada saat kami masuk. Jadi, kita tinggal membangun untuk bantuan kepada yang membutuhkan di wilayah sini,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Bonai Subiakto menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk mendukung pengentasan kawasan kumuh di berbagai daerah. Menurutnya, pembenahan hunian tidak bisa dipisahkan dari perbaikan kawasan secara utuh.
“Kita ini masuk dalam program CSR yang ditujukan untuk pengentasan rumah di daerah kumuh. Karena kalau bicara rumah, itu enggak lepas dari pembenahan sebuah kawasan,” tegas Bonai.
Ia menyebutkan bahwa Pemda Solo sangat aktif memfasilitasi pembangunan sehingga seluruh proses berjalan sesuai rencana. Program serupa juga telah dilakukan SMF di berbagai kota lain, baik di wilayah barat maupun timur Indonesia. Bonai menambahkan bahwa upaya peningkatan rumah layak huni juga sejalan dengan target nasional dalam pemenuhan hunian.
“Tentunya kalau ini bisa dilakukan oleh semua wilayah, baik itu di tingkat Pemda maupun di tingkat pusat, ini semua target pemerintah untuk bicara meningkatkan hunian yang layak itu akan segera tercapai. Apalagi pemerintah pusat kan juga mencanangkan program 3 juta rumah,” kata Bonai.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto turut mengapresiasi kontribusi SMF melalui pemberian CSR bagi masyarakat. Ia menyebut bahwa program perbaikan kawasan kumuh merupakan prioritas strategis Kota Solo, sejalan dengan visinya sebagai kota metropolitan berbudaya.
“Di kawasan kumuh ini menjadi prioritas utama terkait pengatasan kemiskinan, angka harapan hidup, indeks pembangunan manusia dan lain-lain. Indikator ini yang kita kejar,” ujar Respati.
Ia menjelaskan bahwa Pemda juga memperkuat dukungan melalui penyediaan lahan, termasuk pemanfaatan tanah hibah dari Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang kemudian diserahkan kepada warga penerima bantuan. Selain meningkatkan kualitas hunian, perbaikan kawasan kumuh juga diharapkan membantu menekan angka stunting dan penyakit seperti tuberkulosis.
Melalui kolaborasi antara BUMN dan Pemda, program peningkatan rumah layak huni ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas hidup MBR di Sangkrah.

Comments