Purbaya Pastikan Tak Ada Dana Mengendap, Seluruh Anggaran Akan Dioptimalkan untuk Pembangunan
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara dapat digunakan secara efektif bagi pembangunan. Ia menekankan tidak boleh ada lagi dana yang mengendap seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Tapi yang jelas menteri keuangan akan menunjang seluruh program percepatan ini semaksimal mungkin. Saya inginkan nanti di akhir tahun semua uang yang kita punya bisa dipakai secara efektif. Jadi enggak akan ada sisa uang yang berlebihan seperti dulu lagi. Uang dipakai untuk pembangunan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Pajak.com, Minggu (14/9/25).
Sebagaimana diketahui, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah program stimulus ekonomi untuk kuartal IV-2025. Fokus kebijakan ini diarahkan untuk mendorong produktivitas, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya adalah skema magang bagi mahasiswa fresh graduate agar lebih mudah memasuki dunia kerja.
Selain itu, insentif pajak ditanggung pemerintah (DTP) yang selama ini dinikmati industri padat karya akan diperluas cakupannya ke sektor lain. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat penerimaan negara.
Tidak berhenti di situ, pemerintah juga memastikan program bantuan pangan yang telah berjalan tetap dilanjutkan hingga tiga bulan ke depan. Pada saat yang sama, perlindungan bagi pekerja turut menjadi prioritas. Skema jaminan sosial yang sebelumnya hanya menyasar pekerja formal kini diperluas mencakup pekerja lepas, termasuk mitra pengemudi ojek online (ojol).
Lebih jauh, pemerintah menyiapkan dukungan tambahan melalui BPJS Ketenagakerjaan berupa fasilitas pembiayaan perumahan, baik untuk renovasi maupun kepemilikan rumah. Program cash for work atau kerja padat karya juga akan diperkuat, terutama di sektor perhubungan dan perumahan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Terkait sumber anggaran, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas untuk menggeser alokasi dari pos yang tidak terserap ke program yang lebih siap direalisasikan.
“Pos anggarannya kan bisa digeser-geser ya. Kita lihat yang mana yang akan kita bisa prediksi, mana yang enggak terserap sampai akhir tahun, itu akan kita geser ke tempat yang lebih siap,” jelasnya.
Ia menegaskan, program-program prioritas yang berjalan lambat akan dipercepat pelaksanaannya. “Tapi kalau kita akan pastikan juga program-program yang bagus, misalnya jalannya agak macet, kita akan dorong lebih cepat,” tambah Purbaya.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah akan membentuk tim akselerasi percepatan program prioritas yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Investasi. Tim ini bertugas memastikan seluruh program prioritas berjalan tepat waktu dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Jadi ini bukan kejutan jangka pendek yang dampaknya kecil. Ini akan memberikan kejutan jangka panjang, yang dampaknya jangka panjang kepada perekonomian,” tegasnya.
Purbaya menambahkan, strategi ini diharapkan dapat memperlancar proyek-proyek yang selama ini terhambat sekaligus mengoptimalkan dana pemerintah yang masih menganggur. “Jadi selama ini yang macet-macet akan kita lancarkan. Dan dana-dana saya yang nganggur akan saya optimalkan untuk pembangunan sesuai dengan petunjuk pak menko [Airlangga Hartarto] juga,” pungkasnya.

Comments