Pemerintah Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Kawasan Ekonomi Khusus
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah terus mengupayakan peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi 8 persen dengan memaksimalkan potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan 22 KEK, dengan sembilan lainnya masih dalam proses pengembangan.
“Saya melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan KEK. Presiden sangat ingin melihat pertumbuhan setiap KEK dan menanyakan secara detail progres serta tantangannya,” ujar Airlangga dalam acara Indonesia SEZ Business Forum 2024 di Jakarta, Senin (9/12).
Airlangga juga turut melaporkan bahwa beberapa KEK, seperti KEK Tanjung Kelayang, KEK Morotai, dan KEK di Aceh, menghadapi tantangan serius karena realisasi investasi yang masih sangat terbatas.
Untuk mengatasi hambatan ini, Airlangga menegaskan pentingnya memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah. “Sekarang waktunya bagi KEK untuk memasarkan diri, memanfaatkan peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan masing-masing Kawasan Ekonomi Khusus,” katanya.
Menurut Airlangga, Prabowo bahkan menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang salah satunya diharapkan tercapai melalui optimalisasi KEK.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyoroti kesuksesan model KEK di negara-negara lain seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand. Menurutnya, Indonesia memiliki keuntungan geoekonomi dan geostrategis, sehingga harus bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam dan Thailand yang saat ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan lahan kawasan industri dan meningkatnya upah minimum.
“KEK telah menjadi pendorong utama pertumbuhan di Tiongkok, Vietnam, negara ASEAN lainnya, dan Thailand. Jadi, menurut saya, ini saatnya KEK di Indonesia memaksimalkan peluang mereka,” imbuhnya.
Sebagai contoh sukses, Airlangga menyebut KEK di Gresik yang berhasil melakukan hilirisasi tembaga hingga memproduksi logam mulia. “Untuk pertama kalinya sejak 1967, kita mampu menghasilkan 60 ton emas per tahun di Gresik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa KEK bisa menjadi andalan dalam meningkatkan perekonomian nasional.
Prabowo juga mengarahkan agar 36 sektor utama di KEK dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan. Menurut Airlangga, peluang emas ini tidak datang dua kali, sehingga seluruh pihak harus bekerja lebih keras untuk merealisasikan target pemerintah dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang. “Arahan presiden adalah bahwa 36 sektor harus ditingkatkan serta dikembangkan,” jelasnya.

Comments