in ,

KPI Lakukan Pengiriman Perdana Bioavtur dari Minyak Jelantah, Kurangi Emisi Hingga 84 Persen

FOTO : IST

KPI Lakukan Pengiriman Perdana Bioavtur dari Minyak Jelantah, Kurangi Emisi Hingga 84 Persen

Pajak.com, Jakarta – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mencatat sejarah baru dengan melakukan lifting atau pengiriman perdana produk Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia, sekaligus bukti keseriusan Pertamina mendukung transisi energi rendah karbon.

Direktur Utama KPI Taufik Adityawarman menyebut momen ini sebagai kebanggaan nasional. “Hari ini merupakan sebuah kebanggaan tidak hanya bagi Pertamina, tetapi juga bagi Bangsa Indonesia. KPI secara resmi melakukan seremonial pengiriman perdana produk Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah,” ujarnya dalam keterangan resmi, yang diterima Pajak.com pada Selasa (12/8/25).

Sebanyak 32 kiloliter Pertamina SAF dari Kilang Cilacap disiapkan untuk penerbangan komersial menggunakan pesawat Pelita Air Services rute Jakarta–Denpasar pada pertengahan Agustus 2025.

Taufik menegaskan, inovasi ini bukan hanya mendukung target net zero emission 2060 atau lebih cepat, tetapi juga mampu menurunkan emisi karbon hingga 84 persen dibanding avtur fosil. Produk ini telah memperoleh Proof of Sustainability dari ISCC CORSIA yang menjamin rantai pasok memenuhi standar keberlanjutan dan diaudit lembaga internasional.

Proses produksi dilakukan di Green Refinery Cilacap melalui teknologi Co-Processing UCO dengan Katalis Merah Putih buatan dalam negeri. Pertamina SAF telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091, menjadikannya produk SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang tersertifikasi resmi. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan 9 metric barrel dengan komposisi 2–3 persen UCO, disusul pengiriman via kapal sebanyak 1,7 juta liter menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Taufik menambahkan, langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian energi dan keberlanjutan lingkungan. “Momen pengiriman perdana ini juga menjadi sangat penting karena dilaksanakan dalam momen-momen kita akan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan bahwa Pertamina kini menjadi satu-satunya produsen SAF Co-Processing di ASEAN. Pertamina mampu memproses minyak jelantah hingga 2,5–3 persen, melampaui kemampuan lisensor internasional, dan membangun ekosistem SAF tersertifikasi ISCC dari hulu hingga hilir.

“Produksi SAF ini tidak luput dari keberanian, prinsip, dan komitmen dari working level hingga top management bahwa kita sepakat dengan terobosan-terobosan yang strategis, sesuai dengan perkembangan pasar, bisnis yang profitable, dan berkelanjutan,” kata Oki.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan keterlibatan masyarakat dalam mengumpulkan minyak jelantah melalui titik-titik pengumpulan di SPBU Jakarta. “Kami menerapkan People Profit Planet dalam proses produksi SAF, dengan mengumpulkan UCO dari masyarakat sehingga menjadi produk yang luar biasa,” jelasnya.

Dukungan penuh juga datang dari Direktur Utama Pelita Air Services Dendy Kurniawan. Ia mengatakan bahwa penggunaan Pertamina SAF dalam dunia aviasi merupakan terobosan baru. “Kami Pelita Air Services bangga menjadi yang pertama mengujicoba bahan bakar ramah lingkungan ini, demi keberlanjutan energi hijau di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komisaris Independen KPI Prabunindya Revta Revolusi menilai SAF ini meningkatkan daya tawar Indonesia di kancah global. “Emisi sektor penerbangan mencapai 2 persen–4 persen dari emisi karbon dunia. Dengan adanya Pertamina SAF, daya tawar Indonesia di panggung internasional akan semakin kuat, karena berkontribusi pada penurunan emisi tersebut,” tegasnya.

Di sisi lain, Komisaris Utama Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyebut SAF sebagai awal perjalanan panjang Pertamina membangun ekosistem energi berkelanjutan. Ia meminta KPI memperluas produksi ke Kilang Dumai dan Kilang Balongan, serta terus menjaga mutu produk di setiap tahapannya.

“Komitmen kita semua untuk terus menjaga mutu produk Pertamina SAF dalam setiap tahapannya,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *