Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi RI pada Kuartal III-2025
Pajak.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,04 persen secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
Adapun, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 melambat dibandingkan kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12 persen. Namun, capaian ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,95 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, seluruh komponen ekonomi mengalami pertumbuhan positif pada kuartal III-2025. Di antara seluruh komponen tersebut, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni sebesar 53,14 persen.
“Pada triwulan III-2025, komponen ini tumbuh sebesar 4,89 persen yang menunjukkan masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat,” ujar Edy dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Rabu (5/11/25).
Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 29,09 persen. Dengan demikian, sekitar 82,23 persen struktur ekonomi nasional pada kuartal III-2025 ditopang oleh dua komponen utama tersebut.
Edy menjelaskan bahwa komponen ekspor mencatat pertumbuhan tertinggi pada kuartal III-2025, yakni sebesar 9,91 persen. Kinerja ekspor tersebut didorong oleh peningkatan nilai dan volume ekspor barang nonmigas serta ekspor jasa.
Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama dengan andil 2,54 persen, disusul oleh net-ekspor sebesar 2,15 persen dan PMTB yang memberikan kontribusi 1,59 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dari sisi pengeluaran, pada kuartal III-2025 secara year-on-year, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif. Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,14 persen,” ujar Edy.
Jika ditelusuri lebih dalam, pertumbuhan konsumsi rumah tangga ditopang oleh peningkatan aktivitas transportasi dan komunikasi tumbuh sebesar 6,41 persen. Kenaikan ini terlihat dari meningkatnya mobilitas penduduk, penjualan bahan bakar kendaraan, serta bertambahnya jumlah penumpang moda angkutan rel dan laut.
Selain itu, kelompok restoran dan hotel turut mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 6,32 persen, seiring dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara dibandingkan kuartal III-2024.
Sementara itu, PMTB tumbuh positif didorong oleh subkomponen mesin dan perlengkapan yang meningkat 17 persen, sejalan dengan kenaikan impor barang modal jenis mesin. Subkomponen kendaraan juga tumbuh 6,24 persen berkat peningkatan investasi domestik dan impor kendaraan.
Dari sisi eksternal, kinerja ekspor turut memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian. Ekspor barang nonmigas dan jasa tumbuh positif berkat peningkatan nilai serta volume ekspor sejumlah komoditas utama seperti lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan komponennya. Ekspor jasa pun meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Comments