in ,

Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid, Kredit Tumbuh Dua Digit hingga November 2025

FOTO : IST

Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid, Kredit Tumbuh Dua Digit hingga November 2025

Pajak.com, Jakarta  Bank Mandiri menutup periode sebelas bulan 2025 dengan kinerja intermediasi yang tetap kuat di tengah dinamika pasar keuangan dan proses normalisasi likuiditas. Hingga akhir November 2025, bank pelat merah ini mencatatkan pertumbuhan kredit dua digit yang melampaui rata-rata industri, sekaligus menjaga kualitas aset dan likuiditas pada level yang solid.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut, strategi pertumbuhan yang dijalankan Bank Mandiri sejak awal tahun difokuskan pada keseimbangan antara ekspansi dan penguatan fundamental.

“Bank Mandiri menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental. Pengalaman menghadapi berbagai siklus ekonomi menjadi landasan dalam memperkuat manajemen risiko, permodalan, serta kesiapan operasional,” kata Novita melalui keterangan resmi, dikutip Pajak.com, (29/12/2025).

Berdasarkan laporan keuangan bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri hingga akhir November 2025 tercatat tumbuh 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.452 triliun. Menurut Novita, pertumbuhan ini berada di atas rata-rata industri perbankan dan mencerminkan efektivitas strategi pertumbuhan yang dijalankan secara terukur di tengah dinamika pasar keuangan.

Novita mengemukakan, kinerja kredit ini berjalan seiring dengan penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga November 2025, DPK Bank Mandiri meningkat 15,9 persen year on year (yoy) menjadi Rp1.584 triliun. Penguatan basis pendanaan ini, lanjut Novita, memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi Bank Mandiri untuk menopang ekspansi kredit sekaligus menjaga efisiensi biaya dana.

Sejalan dengan pertumbuhan intermediasi, total aset Bank Mandiri (bank only) turut mencatatkan peningkatan. Per November 2025, total aset mencapai Rp2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Capaian tersebut menegaskan daya tahan model bisnis Bank Mandiri di tengah volatilitas pasar global, normalisasi likuiditas, serta penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.

Stabilitas likuiditas domestik turut menjadi faktor pendukung terjaganya kinerja perbankan. Bank Indonesia mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,3 persen secara tahunan per November 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh akselerasi penyaluran kredit serta meningkatnya dana masyarakat yang tersimpan di sistem keuangan domestik, sehingga memperkuat kapasitas intermediasi perbankan menjelang penutupan tahun buku.

Dengan prospek ekonomi nasional yang dinilai masih terjaga, Bank Mandiri melihat peluang untuk mempertahankan kinerja hingga akhir 2025. Novi menambahkan, target pertumbuhan kredit dan DPK Bank Mandiri bakal tetap dipatok pada level dua digit, seiring upaya menjaga kualitas aset.

“Kami melihat prospek ekonomi nasional yang tetap terjaga sebagai peluang untuk mempertahankan kinerja yang solid. Target kami menjaga pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada pada level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terus terjaga,” jelasnya.

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mencatatkan perbaikan yang konsisten. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 0,99 persen per November 2025. Tingkat pencadangan juga berada pada level yang kuat, dengan coverage ratio sekitar 260 persen, sehingga memberikan bantalan yang memadai terhadap potensi risiko ke depan.

Novita menegaskan, kualitas aset yang terjaga tersebut mendorong penurunan beban pencadangan sebesar 36 persen secara tahunan. Penurunan biaya pencadangan ini diyakininya memberikan ruang tambahan bagi penguatan kinerja keuangan dan mendukung keberlanjutan kinerja Bank Mandiri di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, Bank Mandiri tetap memfokuskan strategi bisnis pada keberlanjutan jangka panjang melalui penguatan strategi bisnis dan digitalisasi, serta pengelolaan likuiditas, kualitas aset, dan permodalan yang prudent.

“Dengan fundamental bisnis yang terjaga, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid hingga akhir tahun sekaligus menyiapkan basis pertumbuhan yang sehat untuk periode berikutnya melalui penguatan strategi bisnis dan digitalisasi, serta likuiditas, kualitas aset, dan permodalan yang berada pada level yang memadai,” pungkas Novita.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *