in ,

Kemolekan Bentang Alam dan Produk UMKM Kabupaten Sukabumi Dipromosikan di Apkasi Otonomi Expo 2024

Bentang Alam
FOTO: Tiga Dimensi dan IST

Kemolekan Bentang Alam dan Produk UMKM Kabupaten Sukabumi Dipromosikan di Apkasi Otonomi Expo 2024

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi berpartisipasi dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) yang berlangsung 10 – 12 Juli 2024, di JCC Senayan. Dalam ajang ini Pemkab Sukabumi mempromosikan kemolekan bentang alam dan ragam produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), mulai dari madu, sirup, air gula aren, hingga batik tulis. Kepada Pajak.com, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi Abdul Naafi menuturkan bahwa keindahan bentang alam menjadi magnet pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, dan investasi di Kabupaten Sukabumi.

Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah terluas di Jawa Barat yang memiliki 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan. Luas wilayah ini dianugerahi kemolekan bentang alam yang memesona, mulai dari gunung, hutan, pantai, hingga sungai. Maka, tak heran bila Kabupaten Sukabumi memperoleh julukan sebagai Mutiara dari Jawa Barat (The Jewel of West Java). 

“Sektor pariwisata yang populer diakui secara internasional ada wisata arung jeram di daerah Cekidang Citarik, sekarang yang lagi booming ada Kawasan Ciletuh Pelabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG). Menariknya, kawasan geopark ini dikelola dengan konsep keragaman geologi, hayati, dan budaya. Semua keindahan alam di Sukabumi bermanfaat bagi masyarakat melalui salah satunya investasi yang mendorong pertumbuhan daerah. Baru beberapa hari kemarin, ada launching hotel-hotel baru yang cukup representatif di Sukabumi. Jadi, kalau ada pengunjung jauh dari Jakarta atau luar daerah manapun, sekarang sudah ada tempat menginap yang oke, bahkan bisa sambil menikmati sunset,” ungkap Naafi, (12/7).

Pesona alam Kabupaten Sukabumi juga dapat dinikmati wisatawan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Curug Caweni, Situ Gunung, Goa Buni Ayu, Karang Para, Perkebunan The Goal Para, Pantai Palangpang, dan puluhan objek vakansi lainnya. Pemkab Sukabumi juga mempromosikan beragam kebudayaan, seperti acara syukuran nelayan dan upacara Seren Taun (sesaji atau sedekah hasil panen).

“Untuk itu, pada acara Apkasi Otonomi Expo 2024, target dari Kabupaten Sukabumi adalah ajang silaturahmi dengan semua pemerintah daerah hingga swasta untuk bisa melihat daya tarik sektor pariwisata yang menjadi potensi investasi yang menarik untuk terus dikembangkan,” ungkap Naafi.

Baca Juga  Buka Rakernas Apkasi 2024, Jokowi Dorong Pemkab Ciptakan Inovasi untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Produk UMKM Sukabumi 

Bentang alam tersebut juga menghasilkan aneka hasil bumi yang diolah menjadi produk khas bagi para pelaku UMKM. Naafi menyebutkan beberapa hasilnya, seperti Madu Tanjungsari Trigona adalah madu hutan asli yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Tanjungsari dan minuman sari buah Pala bermerek Fresh Nutmeg Juice.

Selain itu, ada pula batik tulis khas Kabupaten Sukabumi bernama Lokatmala. Pewarna dari batik ini berasal dari daun suji dan alpukat, limbah sabut kelapa, kulit kayu mahoni, jengkol, hingga jantung pisang. Motif Lokatmala terinspirasi dari prinsip hidup masyarakat Kabupaten Sukabumi, yaitu hirup mah kudu masagi (hidup harus segi 4 sama sisi). Adapun segi 4 sama sisi yang mengisyaratkan bahwa manusia memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu pengetahuan yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Dengan demikian, manusia juga harus berguna bagi masyarakat di sekitarnya.

“Selain dari sisi investasi, sektor pariwisata juga memiliki dampak yang luar biasa terhadap UMKM. Kami optimistis bisa menumbuhkan investasi-investasi baru, yang ke depannya terus berlanjut. Apalagi sekarang sudah mulai terbuka jalur tol dari Jakarta menuju Sukabumi. Kalau dulu, hanya sampai Lido (Bogor),” imbuh Naafi.

Ia berharap, pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM dapat semakin berdampak optimal bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dampak tersebut dapat didistribusikan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk pembangunan kabupaten, baik dari sisi infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM) berupa fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial. Adapun Pemkab Sukabumi menetapkan target PAD tahun 2024 sebesar Rp 698 miliar atau meningkat dari target tahun sebelumnya yang senilai Rp 668 miliar.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *