Daihatsu Soroti Opsen Pajak di Tengah Isu Kenaikan Harga Mobil
Pajak.com, Jakarta – Kenaikan harga mobil di sejumlah daerah dipicu oleh penerapan opsen pajak kendaraan bermotor, bukan oleh kebijakan produsen. Hal ini ditegaskan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di tengah kekhawatiran publik terhadap naiknya harga kendaraan dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat perlambatan ekonomi global.
“Kami belum menaikkan harga. Tapi kenaikan itu tetap terjadi karena pengenaan opsen pajak di beberapa daerah. Itu bukan berasal dari industri, dan kami tidak bisa berbuat banyak terhadap hal itu,” kata Marketing Director dan Corporate Communication Director PT ADM Sri Agung Handayani kepada awak media di Jakarta, dikutip Pajak.com, Senin (21/7/2025).
Ia menekankan bahwa tidak semua beban manufaktur langsung dialihkan kepada konsumen. Salah satu strategi Daihatsu menjaga harga tetap kompetitif adalah dengan mendorong tingkat kandungan lokal (TKDN). “LCGC kami didukung oleh common part lokal. Gran Max bahkan hampir 80 persen komponennya lokal,” jelasnya.
Pernyataan tersebut merespons imbauan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang meminta produsen automotif asal Jepang—termasuk Daihatsu—untuk tidak menaikkan harga kendaraan dan tidak melakukan PHK. Imbauan itu disampaikan dalam pertemuan dengan prinsipal Daihatsu, Toyota, dan Suzuki di Paviliun Indonesia saat World Expo 2025 di Osaka, Jepang, 11 Juli lalu.
“Kami mengapresiasi terhadap Pemerintah Indonesia yang datang ke prinsipal Daihatsu. Kami mendukung concern pemerintah soal dua hal tersebut yaitu tidak ada pengurangan karyawan dan tidak ada kenaikan harga. Kita sama-sama menjaga itu,” tegas Sri Agung.
Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa tantangan industri automotif tidak hanya dua hal tersebut. Penurunan permintaan dalam beberapa waktu terakhir juga menjadi perhatian besar. “Bukan cuma soal harga atau PHK. Kita perlu jaga demand agar stabil. Saya setuju industri automotif harus tetap jadi penopang ekonomi nasional,” ucapnya.
Di tengah tantangan tersebut, Daihatsu tetap mencatat kinerja penjualan positif. Sepanjang semester I 2025, Daihatsu berhasil membukukan penjualan ritel sebesar 66.716 unit dari total pasar automotif nasional sekitar 390 ribu unit, atau menguasai 17,1 persen pangsa pasar. Angka ini mengukuhkan Daihatsu sebagai merek mobil terlaris kedua secara nasional.
“Kami juga memimpin di segmen kendaraan di bawah Rp300 juta dengan pangsa pasar 34,5 persen,” beber Sri Agung.
Ia memerinci empat model unggulan menjadi penopang utama kinerja penjualan Daihatsu. Sigra tercatat sebagai kontributor terbesar dengan 20.612 unit, mendominasi segmen LCGC MPV sebesar 57 persen. Disusul Gran Max Pick Up sebanyak 18.023 unit (58 persen segmen pick up low), Gran Max Mini Bus 6.423 unit (90 persen semi commercial), dan Luxio 1.257 unit (60 persen semi bonnet).
Secara keseluruhan, keempat model tersebut menyumbang 70 persen dari total penjualan Daihatsu sepanjang paruh pertama tahun ini. Ia menambahkan, capaian ini menjadi semangat baru untuk terus berinovasi dalam produk, layanan penjualan, hingga layanan purnajual.
“Kami menyampaikan terima kasih setulus hati kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan dan kesetiaan yang luar biasa, sehingga Daihatsu berhasil menjaga posisi di peringkat dua pasar automotif nasional hingga pertengahan tahun ini,” tutur Sri Agung.
Tak hanya bicara volume, Daihatsu juga memperkuat komitmennya pada mobilitas berkelanjutan. Setelah mulai memproduksi kendaraan elektrifikasi sejak 2021, kini Daihatsu melangkah lebih jauh dengan menghadirkan teknologi real hybrid—solusi elektrifikasi yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin sebagai generator.
Berbeda dengan hibrida konvensional, teknologi ini tidak memerlukan pengisian daya eksternal dan tetap menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi, emisi rendah, serta akselerasi responsif. Ia juga mengundang masyarakat untuk menjajal langsung teknologi ini di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus mendatang.
“Real hybrid menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mendukung target karbon netral dan menjawab kebutuhan mobilitas masa depan yang efisien dan ramah lingkungan,” pungkas Sri Agung.

Comments