in ,

Airlangga Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Bakal Turun Pascabencana

foto : ist

Airlangga Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Bakal Turun Pascabencana

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melaui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah Sumatera akan mengalami tekanan setelah bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Airlangga menyampaikan bahwa gangguan aktivitas masyarakat dan kerusakan infrastruktur dipastikan memberi dampak langsung terhadap kinerja ekonomi di tiga provinsi tersebut.

“Pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Tentu kita tadi, kita prihatin dengan situasi yang ada,” ujar Airlangga kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Jumat (5/12/25).

Meski demikian, pemerintah kata Airlangga telah menyiapkan langkah pemulihan yang terstruktur, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga program rehabilitasi jangka panjang. Upaya tersebut ditujukan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih.

Airlangga menegaskan bahwa perlambatan di wilayah bencana tidak akan mengubah fokus pemerintah dalam menjaga kinerja ekonomi nasional. Ia mengatakan bahwa wilayah lainnya tetap didorong agar mampu mempertahankan laju pertumbuhan yang kuat.

“Tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur. Ke depannya rehabilitasi. Sedangkan, [daerah] yang lain kita tetap akan memacu di angka 5,4 sampai 5,6 persen,” jelasnya.

Airlangga optimistis bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi pendorong utama untuk menjaga momentum ekonomi, terutama jelang penutupan tahun. Airlangga menyampaikan harapan bahwa kuartal IV-2025 dapat mencatatkan pertumbuhan yang kuat.

“Karena ini diharapkan pertumbuhan di bulan Desember ini atau di kuartal IV Indonesia berharap pertumbuhannya range-nya sampai dengan antara 5,4 persen sampai 5,6 persen. Jadi konsumsi diharapkan menjadi pengungkit,” tuturnya.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen pada kuartal III-2025 secara year-on-year (yoy).

Berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB), nilai ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.060 triliun. Sementara itu, atas dasar harga konstan, nilainya tercatat sebesar Rp3.444,8 triliun.

Lebih lanjut, bila dibandingkan dengan kuartal II-2025, ekonomi nasional tumbuh sebesar 1,43 persen secara quarter-to-quarter (qtq). Sepanjang periode Januari hingga September 2025, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,01 persen secara cumulative to cumulative (ctc).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *