in ,

Polisi Bersenjata Gerebek Sindikat Penipuan Pajak Inggris di Rumania, 14 Orang Ditangkap

Polisi Penipuan Pajak
FOTO: IST

Polisi Bersenjata Gerebek Sindikat Penipuan Pajak Inggris di Rumania, 14 Orang Ditangkap

Pajak.comBucharest – Polisi Rumania bekerja sama dengan otoritas pajak Inggris menangkap 14 orang yang diduga terlibat dalam penipuan pajak bernilai jutaan pound sterling. Sebanyak 13 orang ditangkap dalam penggerebekan bersenjata di sekitar ibu kota Bucharest, sedangkan satu tersangka lainnya ditangkap di kota Preston, Inggris.

Dalam operasi gabungan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti termasuk mobil mewah, perhiasan, perangkat elektronik, dan tumpukan uang tunai. Penggerebekan dilakukan setelah terungkap adanya sindikat yang menggunakan data pribadi warga Inggris untuk mengklaim pengembalian pajak secara ilegal dari HM Revenue & Customs (HMRC).

Menurut pernyataan HMRC, sindikat mengakses data Wajib Pajak melalui operasi phishing canggih dan menggunakan informasi tersebut untuk mengajukan klaim palsu atas pengembalian pajak seperti PAYE (sistem pemotongan pajak di Inggris), tunjangan anak (child benefit), serta restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN/VAT).

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

“Jutaan pound diperkirakan telah dicuri melalui klaim palsu ini,” kata juru bicara HMRC melalui keterangan resminya, dikutip Pajak.com, Sabtu (12/7/2025).

Di sisi lain, kepolisian Rumania memperkirakan nilai kerugian telah melebihi 1 juta pound sterling atau setara lebih dari Rp21 miliar. Para tersangka yang berusia antara 23 hingga 53 tahun ditangkap atas dugaan penipuan komputer, pencucian uang, hingga akses ilegal ke sistem komputer.

Dalam pernyataan resminya, kepolisian Rumania menjelaskan bahwa sindikat telah berhasil membobol lebih dari 1.000 akun Government Gateway milik warga Inggris. Dana hasil kejahatan kemudian dicuci untuk menyembunyikan asal-usulnya.

“Penjahat siber ini menipu warga agar membocorkan informasi keamanan pribadi melalui berbagai metode. Setelah mendapatkan akses, dana kemudian digerakkan melalui skema pencucian uang lintas negara,” terang pihak kepolisian Rumania.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Salah satu tersangka yang ditangkap di Preston, Inggris, adalah pria berusia 38 tahun. Petugas HMRC menyita perangkat elektronik milik tersangka dan langsung melakukan pemeriksaan intensif.

Dalam video yang dirilis otoritas Rumania, terlihat polisi bersenjata menggeledah sebuah rumah besar dan menemukan uang tunai serta perhiasan dalam jumlah besar. Penggerebekan ini merupakan hasil kerja sama antara HMRC, Kepolisian Rumania, dan Crown Prosecution Service Inggris yang membentuk tim penyidik gabungan awal tahun ini.

HMRC menegaskan bahwa sistem teknologi internal tidak diretas, melainkan informasi korban didapatkan melalui skema penipuan daring. Sejauh ini, HMRC telah menghubungi sekitar 100.000 Wajib Pajak untuk memperingatkan tentang upaya akses ilegal ke akun mereka.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

“Sistem kami tidak mengalami serangan siber. Ini adalah hasil dari operasi penipuan eksternal yang mengecoh korban untuk menyerahkan data pribadi Wajib Pajak,” lanjut pernyataan HMRC.

Laporan dari National Cyber Security Centre menyebut HMRC sebagai salah satu lembaga pemerintah Inggris yang paling sering disalahgunakan namanya dalam aksi kejahatan siber. Pada 2022, HMRC menempati urutan ketiga lembaga yang paling sering ditiru dalam skema phishing. Hingga berita ini dirilis, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap aliran dana dan kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam sindikat internasional ini.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *