Pajak adalah salah satu pilar utama dalam pembiayaan pembangunan negara. Sebagai sumber utama pendapatan negara, pajak memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Namun, tingkat kepatuhan pajak di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan rendahnya literasi pajak di kalangan masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan program Pajak Bertutur, sebuah inisiatif edukasi perpajakan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman mengenai pajak sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda.
Program Pajak Bertutur pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017, dan sejak saat itu telah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh DJP secara serentak di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai pajak kepada pelajar dan mahasiswa, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), menengah (SMP/SMA), hingga perguruan tinggi. Tujuan utamanya adalah agar generasi muda tidak hanya mengenal istilah pajak, tetapi juga memahami pentingnya pajak dalam kehidupan sehari-hari dan peranannya dalam pembangunan negara.
Pajak Bertutur mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya, yang selalu relevan dengan situasi sosial dan ekonomi Indonesia. Misalnya, pada Pajak Bertutur 2024, tema yang diusung adalah “Lampaui Batas, Bangkit untuk Indonesia Emas”, yang berfokus pada pentingnya kontribusi pajak dalam mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. Di tahun 2025, tema yang diangkat adalah “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”, dengan fokus pada peningkatan kesadaran pajak di kalangan generasi muda untuk mendukung kemajuan negara.
Pajak Bertutur bukan sekadar penyuluhan biasa. Program ini mengutamakan pendekatan yang interaktif dan menarik, disesuaikan dengan usia dan tingkat pendidikan peserta. Di tingkat Sekolah Dasar, misalnya, materi pajak disampaikan melalui cerita, animasi, dan permainan edukatif, yang bertujuan untuk menanamkan pemahaman yang menyenangkan dan mudah dipahami. Di tingkat SMP dan SMA, peserta diajak berdiskusi melalui kuis, simulasi, dan materi interaktif, sedangkan di Perguruan Tinggi, program ini lebih mendalam dengan kuliah umum, seminar, dan talkshow mengenai peran pajak dalam pembangunan ekonomi negara.
Selain itu, sejak pandemi COVID-19, kegiatan ini juga dilaksanakan melalui platform digital seperti webinar dan kanal YouTube DJP, agar penyuluhan tetap dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini menjadikan Pajak Bertutur sebagai program yang fleksibel dan inklusif, mampu menjangkau daerah-daerah terpencil sekalipun.
Pelaksanaan Pajak Bertutur di tahun 2024 dan 2025 menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada tahun 2024, program ini diikuti oleh 23.605 pelajar dan mahasiswa, yang tersebar di 352 kantor pelayanan pajak dan 204 kantor penyuluhan di seluruh Indonesia. Di tahun 2025, jumlah peserta meningkat menjadi 28.218 orang, yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa dari 682 sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa minat dan partisipasi terhadap program ini semakin berkembang, yang tentunya menjadi indikasi positif bagi upaya membangun kesadaran pajak yang lebih luas di kalangan generasi muda.
Pajak Bertutur tidak hanya berfungsi sebagai ajang penyuluhan pajak, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang sadar akan kewajiban perpajakannya. Dengan memperkenalkan pentingnya pajak sejak dini, program ini bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada generasi muda. Ke depannya, mereka diharapkan dapat menjadi pembayar pajak yang patuh, serta warga negara yang kritis dan peduli terhadap tata kelola keuangan negara.
Selain itu, program ini juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perpajakan. Melalui edukasi yang transparan dan dialog terbuka, masyarakat diharapkan akan lebih memahami bahwa pajak bukanlah beban, melainkan bentuk gotong royong dalam membiayai kebutuhan negara. Hal ini juga akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih cerdas secara finansial dan peduli terhadap pembangunan negara.
Pajak Bertutur juga dilengkapi dengan evaluasi pasca-kegiatan untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan kesadaran peserta terhadap materi yang disampaikan. Setiap kegiatan diakhiri dengan umpan balik dari peserta dan tenaga pendidik, yang kemudian digunakan sebagai bahan untuk perbaikan dan pengembangan program di masa depan.
Seiring berjalannya waktu, program ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini, generasi muda yang hari ini mendapatkan edukasi perpajakan akan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas dalam mengelola keuangan negara, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka.
Pajak Bertutur merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam membangun generasi muda yang sadar pajak. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan literasi pajak, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap pembangunan negara. Dengan semakin banyaknya peserta yang ikut serta dalam program ini setiap tahunnya, kita berharap dapat menciptakan sebuah masyarakat yang patuh pajak, yang nantinya akan berperan aktif dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.
Melalui edukasi yang berkelanjutan dan menyeluruh, Pajak Bertutur memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari pencapaian Indonesia Emas 2045, dengan melibatkan generasi muda dalam memajukan negara melalui kepatuhan perpajakan yang kuat dan pendidikan yang berkualitas.
(tulisan ini murni merupakan opini penulis dan tidak mewakili instansi tempat penulis bekerja)
Penulis adalah Fungsional Penyuluh Ahli Muda KPP Madya Jakarta Selatan II, Direktorat Jenderal Pajak
*)Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan redaksi Pajak.com. Pajak.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian, tuntutan, atau konsekuensi lain yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Comments