Jokowi: Setoran PNBP Sektor ESDM Capai Rp 1.800 Triliun dalam 10 Tahun
Pajak.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat sebesar Rp 1.800 triliun selama satu dekade terakhir. Menurutnya, angka ini menunjukkan betapa pentingnya sektor ESDM bagi perekonomian Indonesia.
“Sektor ESDM merupakan sektor yang sangat strategis dan memiliki potensi yang sangat besar, sektor yang memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian nasional,” kata Jokowi dalam acara Puncak Penghargaan Subroto 2024, di Jakarta, dikutip pada Jumat (11/10).
Ia menegaskan bahwa sektor ini memberikan dampak yang besar bagi ekonomi nasional. Sebagai perbandingan, pada tahun 2022, PNBP yang diperoleh dari sektor ini mencapai Rp 348 triliun dan mencapai Rp 229 triliun pada 2023.
Jokowi juga menyoroti pentingnya nilai tambah (added value) di dalam negeri untuk memaksimalkan keuntungan dari sektor ESDM. Ia menekankan bahwa, bahan mentah tidak boleh lagi diekspor ke luar negeri tanpa melalui proses pengolahan di Indonesia. “Nilai tambah harus ada di dalam negeri, bukan mentahan yang kita kirim. Kesempatan kerja tercipta di sana, keuntungan malah mereka yang menikmati,” jelas Jokowi.
Jokowi juga mengkritik praktik lama ekspor bahan mentah yang merugikan Indonesia. Ia menekankan pentingnya hilirisasi atau industrial downstreaming agar Indonesia bisa menikmati hasil lebih dari sumber daya alamnya sendiri.
“Kita sudah 400 tahun lebih mengirim bahan mentah kita ke luar negeri. Yang kaya mereka, yang menjadi negara maju mereka, kita tidak bisa melompat,” tegasnya.
Jokowi mencontohkan Freeport yang telah lebih dari 50 tahun mengelola 3 juta ton konsentrat tembaga, namun smelternya justru berada di luar negeri. Begitu juga dengan Amman yang mengelola 900 ribu ton konsentrat tembaga, namun proses pengolahannya juga dilakukan di luar negeri. “Smelternya ada di mana? Tidak di dalam negeri. Itu yang gede sekali,” ujar Jokowi.
Sebagai bentuk apresiasi, Jokowi memuji kerja keras Kementerian ESDM yang telah berhasil membangun lebih dari 108 smelter di Indonesia. “Ini adalah buah kerja keras, konsisten, dan berani untuk mengatakan tidak. Smelternya harus dibangun di sini, industrinya dibangun di sini,” pungkasnya.

Comments