in ,

“Core Tax” Optimalkan Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak Berbasis Risiko: Mencari Siapa yang Tidak Patuh

Pajak.com, Jakarta – Direktur Jenderal Pajak periode 2017-2019 dan Senior Advisor TaxPrime Robert Pakpahan optimistis Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) atau core tax akan optimalkan pengawasan kepatuhan Wajib Pajak berbasis risiko...

 

“Core Tax” Optimalkan Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak Berbasis Risiko: Mencari Siapa yang Tidak Patuh

Pajak.com, Jakarta – Direktur Jenderal Pajak periode 2017-2019 dan Senior Advisor TaxPrime Robert Pakpahan optimistis Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) atau core tax akan optimalkan pengawasan kepatuhan Wajib Pajak berbasis risiko. Pasalnya, core tax akan memperkuat sistem compliance risk management (CRM) untuk semakin mengakurasi pengawasan Wajib Pajak, yang pada akhirnya mencari siapa yang tidak patuh.

“Proses pengawasan berbasis kepatuhan didukung oleh CRM. Mesin ini akan menggunakan segala informasi yang ada, mengkategorikan siapa-siapa saja (Wajib Pajak) berisiko tinggi, menengah, rendah. Ujung-ujungnya mencari siapa yang enggak patuh. Dengan adanya proses bisnis yang saling terhubung, semua data-data terkumpul, ada pengolahan data yang lebih akurat. CRM membantu petugas untuk memilah-milah siapa yang sebenarnya perlu diawasi lebih khusus. CRM membantu petugas dalam melihat Wajib Pajak dengan informasi-informasi yang ada, ‘oh ini yang perlu diperiksa’,” jelas Robert beberapa waktu lalu kepada Pajak.comdi Ruang Rapat Utama, Kantor TaxPrime, Menara Caraka, Kawasan Mega Kuningan.

Baca Juga  Penghasilan di Bawah PTKP Tak Perlu Lapor SPT Tahunan, Ini Syaratnya
Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *