Bea Cukai Gandeng Pemangku Kepentingan Dorong Potensi Ekspor Daerah
Pajak.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC/Bea Cukai) terus memperkuat upaya mendorong ekspor daerah melalui kolaborasi lintas lembaga dan sinergi dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha.
Aksi ini dilakukan secara serentak oleh unit-unit vertikal Bea Cukai di berbagai wilayah sebagai bentuk komitmen menghadirkan dukungan strategis bagi pengembangan potensi komoditas lokal dan perluasan akses pasar global.
Upaya tersebut tampak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Pangkalpinang dan Kanwil Bea Cukai Aceh di daerah pengawasannya masing-masing. Keduanya menampilkan pendekatan berbeda, namun memiliki tujuan serupa, yakni memperkuat kapasitas ekspor daerah, membuka peluang bagi pelaku usaha, serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat dan UMKM.
Beberapa waktu lalu, Bea Cukai Pangkalpinang bersama Kemenkeu Satu Babel melakukan dialog strategis dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani di Kantor Gubernur Babel. Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada pemanfaatan berbagai program Kementerian Keuangan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.
Kepala Kanwil DJPb Babel yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Babel Sykuriah HG memaparkan empat inisiatif yang dinilai berpotensi besar menggerakkan perekonomian wilayah, yakni blue economy, green economy, Koperasi Merah Putih, dan Desa Devisa. Keempat program tersebut disebut mampu menjadi motor utama yang menstimulasi perdagangan, investasi, dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Junanto Kurniawan menegaskan komitmen Bea Cukai dalam memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan aktivitas ekspor dan impor. Ia juga memperkenalkan inovasi klinik ekspor jemput bola, sebuah layanan konsultasi langsung yang dirancang untuk memudahkan UMKM dan pelaku usaha menjelajahi peluang pasar internasional.
“Program ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk unggulan Babel, sehingga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com pada Selasa (25/11/25).
Di Aceh, upaya serupa dilakukan melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan UMKM. Pada Sabtu (22/11) di Banda Aceh, Kanwil Bea Cukai Aceh berpartisipasi dalam Seminar Nasional Ekspor Impor Berbasis Komoditas Lokal yang diselenggarakan oleh Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh di Gedung Balai Meuseuraya Aceh. Seminar tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari sektor strategis, mulai dari Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, Disperindag Aceh, pakar supply chain halal, perwakilan saudagar luar negeri, hingga Bea Cukai Aceh.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Muparrih memperkenalkan portal One Stop Information (OSI) UMKM sebagai pusat informasi terpadu yang menyediakan akses pembiayaan, regulasi perdagangan, prosedur ekspor-impor, serta panduan peningkatan daya saing.
Muparrih juga menjelaskan peran Bea Cukai dalam mendukung proses ekspor serta membantu memastikan pelaku usaha mampu menjalankan perdagangan secara tertib dan sesuai ketentuan. Portal OSI UMKM disebut menjadi salah satu alat bantu penting bagi UMKM Aceh agar siap menembus pasar global.
Seminar ini memperkaya wawasan peserta mengenai peluang komoditas unggulan Aceh, mulai dari kopi Gayo, CPO, hingga potensi hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas saudagar dalam dan luar negeri, serta lembaga strategis lainnya diharapkan memperluas jalur ekspor baru, memperkuat daya saing UMKM, dan menciptakan dampak ekonomi yang semakin inklusif bagi masyarakat Aceh.
Bea Cukai menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bukti nyata pendekatan kolaboratif pemerintah dalam mengakselerasi ekspor daerah. Dengan mendorong sinergi lintas sektor, Bea Cukai berharap pelaku usaha khususnya UMKM dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan komoditas lokal ke pasar internasional.

Comments