Ada Insentif Pajak 200 Persen, Airlangga Minta Perusahaan di KEK Kembangkan Vokasi
Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengembangkan pendidikan dan vokasi. Ia menyebut bahwa pemerintah telah menyediakan insentif supertax deduction, yakni pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) hingga 200 persen dari pengeluaran biaya yang digunakan untuk program pendidikan vokasi seperti praktik kerja, pemagangan dan/atau pembelajaran, riset, dan sejenisnya.
Airlangga menekankan, pemerintah mendorong pengembangan semua KEK di Indonesia dapat mempunyai keterkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), investasi, menciptakan lapangan kerja, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto meyakini kemajuan KEK dan digitalisasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen.
“Para perusahaan yang ada di KEK diharapkan bisa mendorong pendidikan bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha, di mana pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan super deduction tax sampai 200 persen untuk perusahaan yang berperan dalam pendidikan atau vokasi,” jelas Airlangga saat membuka Rapat Kerja Nasional dan Evaluasi Kinerja KEK Semester I-2025 di Jakarta, dikutip Pajak.com, (7/8/25).
Sebagai informasi, pemberian insentif supertax deduction ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 (PP 45/2019) tentang Perubahan atas PP Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut bahwa insentif supertax deduction memberikan peluang kepada industri berupa penghematan pajak (tax saving) untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, profitabilitas dan daya saing.
Saat ini pengajuan supertax deduction dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang digawangi oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).
Airlangga menegaskan, peran optimal KEK mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah. Misalnya, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi yang secara regional lebih tinggi rata-rata nasional dengan adanya KEK di Morowali dan Bantaeng.
Secara khusus, menurutnya, Prabowo juga menginstruksikan percepatan pengembangan KEK diberbagai wilayah, khususnya yang berfokus pada pengembangan pendidikan digital dan medis.
“Tentu yang menjadi catatan yakni KEK yang diharapkan bisa menjadi cikal-bakal atau prototipe kesehatan. Jadi, saat ini sangat didorong, yaitu KEK Batam dengan Rumah Sakit Apollo,” ungkap Airlangga.
Dengan demikian, yang menjadi game changer adalah KEK yang fokus terhadap industri kesehatan agar bisa bersaing dengan Singapura dan Malaysia. Pemerintah optimistis seluruh ekosistem kedokteran dan kesehatan internasional akan tertarik berinvestasi di Indonesia.
“Jadi, untuk menarik investasi, biasanya mereka minta first class hospital, kemudian keberadaan direct flight dari internasional ke Bandara Hang Nadim Batam, dan juga pelabuhan harus diperbagus di KEK Tanjung Kelayang [Bangka Belitung],” pungkas Airlangga.

Comments