in ,

Orang Kaya Tumbuh 34 Persen, Potensi Family Office di Indonesia

Family Office di Indonesia
FOTO: Freepik

Orang Kaya Tumbuh 34 Persen, Potensi Family Office di Indonesia

Ketika Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan bahwa usulan pembentukan “Family Office” di Indonesia telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo, banyak pertanyaan muncul di benak masyarakat. Apa itu Family Office? Mengapa harus ada di Indonesia? Dan yang paling penting, apa dampaknya bagi perekonomian di Indonesia?

Secara harfiah, “Family Office” berarti kantor keluarga, tetapi konsep ini jauh lebih kompleks daripada sekadar kantor yang dikelola oleh satu keluarga. Family Office adalah perusahaan swasta yang bertugas mengelola kekayaan dan investasi keluarga super kaya. Keluarga yang menggunakan jasa Family Office biasanya memiliki aset sebesar 50 hingga 100 juta USD atau lebih. Fungsi utamanya adalah mengelola dan menumbuhkan kekayaan keluarga serta memastikan transfer kekayaan antar-generasi berjalan dengan lancar dan efektif.

Family Office terbagi menjadi dua jenis utama: Single Family Office (SFO) dan Multi-Family Office (MFO). SFO hanya melayani satu keluarga, memberikan layanan yang sangat personal dan mendalam sesuai kebutuhan keluarga tersebut. Sementara itu, MFO melayani beberapa keluarga sekaligus, membuatnya lebih ekonomis dan populer. Ada juga model Outsourced Family Office, di mana layanan Family Office dikumpulkan dan dikoordinasikan oleh seorang profesional yang ditunjuk.

Selain mengelola investasi, Family Office menawarkan berbagai layanan lain seperti perencanaan perjalanan, manajemen penggajian, pengurusan asuransi, transfer kekayaan keluarga, pengelolaan pajak, dan rencana filantropi. Layanan ini membutuhkan kolaborasi dari tim yang terdiri dari ahli hukum, asuransi, bisnis, dan pajak untuk memberikan perencanaan keuangan yang integratif dan holistik.

Baca Juga  Kenali Apa itu Letter of Credit, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Pembentukan Family Office di Indonesia memiliki potensi besar. Pertama, dengan menarik keluarga super kaya dari seluruh dunia untuk berinvestasi di Indonesia, devisa negara akan meningkat. Kedua, ini dapat meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman dan menguntungkan. Luhut menegaskan bahwa investasi ini akan difokuskan pada sektor riil seperti hilirisasi, budidaya rumput laut, dan proyek lainnya yang bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Menurut data dari The Wealth Report, populasi individu super kaya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3% selama periode 2023-2028, sementara di Indonesia sendiri diprediksi akan tumbuh 34%. Ini menunjukkan peluang besar bagi Indonesia untuk menarik kekayaan global dan menggunakannya untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, ide ini tidak lepas dari tantangan dan risiko. Beberapa pihak khawatir bahwa skema Family Office ini bisa menjadikan Indonesia sebagai “surga pajak” dan tempat pencucian uang. Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa berbagai studi menunjukkan negara yang menjadi tempat Family Office biasanya menawarkan tarif pajak yang sangat rendah, seperti Gibraltar, Panama, atau Virgin Island. Ia juga menyoroti bahwa investasi ini mungkin tidak masuk ke sektor riil, melainkan hanya diputar di instrumen keuangan seperti saham dan surat utang, yang dampaknya terhadap perputaran ekonomi relatif terbatas.

Baca Juga  Konsistensi Pajak Sebagai Pendukung Pendidikan dan Kesehatan

Selain itu, infrastruktur keuangan dan kedalaman pasar di Indonesia masih belum sekuat negara-negara seperti Singapura, London, dan Hong Kong. Bhima juga menekankan bahwa adanya regulasi ketat mengenai pencucian uang dan transparansi informasi keuangan harus menjadi prioritas untuk mencegah penyalahgunaan skema ini.

Salah satu kekhawatiran utama adalah dampaknya terhadap sistem perpajakan Indonesia. Jika keluarga kaya yang membawa kekayaannya ke Indonesia dibebaskan dari pajak, bagaimana ini akan mempengaruhi penerimaan pajak negara? Bhima menambahkan bahwa langkah ini bisa bertolak belakang dengan upaya untuk mendorong pajak kekayaan demi menurunkan ketimpangan ekonomi. Jika tidak diatur dengan baik, pemerintah bisa kesulitan dalam mengungkap, menyidik, dan mengenakan pajak kepada orang kaya yang memanfaatkan skema ini.

Namun, dari sudut pandang yang lebih optimis, seperti yang diungkapkan oleh Fajar Putranto dari TaxPrime, penempatan dana di Indonesia dalam skema Family Office dapat menjadi pilihan yang sehat bagi individu kaya dari sisi perpajakan. Ini karena struktur pajak yang lebih sederhana dan risiko perpajakan yang lebih rendah dibandingkan dengan struktur pajak yang rumit di negara lain. Dengan adanya Automatic Exchange of Information (AEoI) dan pembaruan sistem administrasi perpajakan (PSIAP), transparansi dan kepatuhan pajak dapat lebih terjamin.

Pembentukan Family Office di Indonesia merupakan ide yang menarik dan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, ini bukan tanpa tantangan dan risiko. Pemerintah perlu memastikan bahwa regulasi yang diterapkan dapat mencegah penyalahgunaan seperti pencucian uang dan memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar bermanfaat bagi sektor riil dan perekonomian nasional.

Baca Juga  TPT Terintegrasi Pertama di Jakarta Diresmikan oleh Dirjen Pajak

Penting juga untuk mengkaji secara mendalam infrastruktur keuangan dan regulasi perpajakan di Indonesia untuk memastikan bahwa skema ini tidak hanya menguntungkan keluarga kaya tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang tepat dan regulasi yang ketat, Family Office bisa menjadi langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi global yang kompetitif dan berkelanjutan.

Pandangan dan opini dalam artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan PAJAK.COM.

Referensi:

Tim Khusus “Family Office” Kaji Pembebasan Pajak atas Dana Orang Kaya – PAJAK.COM

Apa Itu Family Office? Berikut Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Target Sasarannya | Narasi TV

Ekonom Sebut Family Office Berpotensi Jadi Suaka Pajak dan Tempat Pencucian Uang – Bisnis Tempo.co

Apa Manfaat Family Office yang akan Dibuat Jokowi untuk Indonesia? – Bisnis Tempo.co

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *