Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah! IHSG Tembus 8.394,590 di Awal November 2025
Pajak.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus pada level 8.394,590 di awal November 2025 (3-7 November 2025). Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, capaian IHSG ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menuturkan bahwa IHSG yang berada di level 8.394,590 itu naik dari posisi pekan sebelumnya (27-31 Oktober 2025), yakni 8.163,875. Peningkatan tertinggi juga tercatat pada kapitalisasi pasar BEI, yaitu sebesar 3,09 persen menjadi Rp15.316 triliun dari Rp14.857 triliun pada sepekan sebelumnya.
“IHSG naik sebesar 2,83 persen [periode 3-7 November 2025], menjadikan rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 6,85 persen menjadi 2,16 juta kali transaksi, dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu,” ungkap Kautsar dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (10/11/25).
Kendati demikian, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami penurunan sebesar 14,37 persen menjadi 27,06 miliar lembar saham—dari 31,61 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Hal senada juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI menurun sebesar 22,46 persen menjadi Rp17,54 triliun.
“Investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp920,24 miliar [pada periode 3-7 November 2025]. Sepanjang tahun 2025 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp38,33 triliun,” ujar Kautsar.
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyoroti bahwa sejak Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Menteri Keuangan (Menkeu), IHSG telah mencetak all time high (ATH) atau rekor tertinggi sebanyak 6 kali hingga akhir Oktober 2025. Menurut Iman, hal ini sebagai sinyal optimisme pasar terhadap kebijakan pemerintah.
“Waktu Pak Purbaya diangkat menjadi Menkeu, dan ternyata ketika Pak Purbaya diangkat, kita enam kali ATH. Sementara dari Januari sampai September [2025] hanya satu kali ATH. Ini menarik,” ungkapnya dalam acara Economic Outlook, di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, (5/11/25).
Iman meyakinkan, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar cenderung menyukai kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan. Iman mengingatkan, respons positif pasar akan memperkuat stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
“Ada fenomena orang suka yang pro-growth dibandingkan mungkin sebelumnya. Persepsi pasar adalah positif terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini yang pro-growth,” ujar Iman.
Sebelumnya, Purbaya percaya diri bahwa kebijakan fiskal dan moneter yang tengah berjalan akan membuat IHSG melesat (to the moon). Beberapa kebijakan pemerintah untuk menggerakkan perekonomian, antara lain penempatan dana ke Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp200 triliun serta berbagai insentif pajak.
Purbaya juga meyakinkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mengembangkan pasar modal Indonesia melalui formulasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, pertumbuhan pasar modal akan berjalan seiring dengan peningkatan perekonomian nasional.
“Saya pikir dengan diskusi tadi, mereka [pelaku pasar modal] akan lebih yakin bahwa perbaikannya sifatnya struktural dan akan berkesinambungan terus ke depan. Saya pikir IHSG akan cenderung naik terus, mungkin 10 tahun lagi seperti yang saya bilang tadi (sentuh level 36.000). Jadi, in short, IHSG to the moon,” ungkap Purbaya dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (9/10/25).

Comments