Saham Anjlok! Pemerintah – OJK – BEI Pastikan Fundamental Indonesia Solid, Minta Pengusaha dan Investor Tetap Tenang
Pajak.com, Jakarta – Gelombang demonstrasi menuntut penghapusan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memicu kericuhan hingga menewaskan pengemudi ojek on-line (Affan Kurniawan), berimbas pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan (1/9/25). Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) minta investor tetap tenang karena Indonesia memiliki fundamental perekonomian yang solid.
Berdasarkan papan perdagangan BEI, IHSG anjlok sebesar 3,44 persen atau sekitar 269,15 poin ke level 7.561 pada pukul 09.01 WIB (1/9/25). IHSG mencatat volume transaksi sebanyak 2,22 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp2,07 miliar di awal perdagangan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pemerintah memahami pentingnya aspek fundamental sentimental bagi investor saham. Ia memastikan fundamental ketahanan perekonomian Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan sebesar 5,12 persen pada kuartal II-2025 dan tingkat inflasi yang terkendali pada level 2,37 persen per Juli 2025.
“IHSG selama momentum kemarin (mingu lalu) mencapai all time high. Pada tanggal 25 Agustus kemarin, IHSG mencapai level 7.926 dan menguat 0,87 persen di 26 Agustus 2025. Lalu, menguat 0,2 persen atau menjadi 7.952 pada 28 Agustus 2025. Baru kemudian, pada demo besar itu ke level 7.830 atau turun 1,53 persen [pada 29 Agustus 2025]. Namun, kami mengimbau para pengusaha dan investor tetap tenang, tetap optimis, karena stabiltas dan fundamental kita tetap solid,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers: Stabilisasi Pasar Modal Indonesia, di BEI, Jakarta, dikutip Pajak.com (1/9/25).
Ia memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan jelas kepada seluruh jajaran pemerintah memperjuangkan berbagai tuntutan masyarakat dalam demonstrasi.
“Kami juga terus berkomunikasi aktif dengan para emiten dan anggota bursa, serta para investor untuk memastikan bahwa investasi tidak terganggu, karena diharapkan seluruh kegiatan dijadwalkan sesuai jadwal. Pemerintah juga berkomitmen untuk responsif terhadap seluruh aspirasi masyarakat,” jelas Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengapresiasi kehadiran Airlangga di BEI pada awal perdagangan. Hal ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pasar modal di Indonesia.
“Sangat luar biasa concern pemerintah, sinergi dan dukungannya terhadap pasar modal agar perdagangannya teratur, wajar, dan efisien. Kita lihat ternyata memang berdampak cukup positif. Untuk itu, saya mengimbau kepada para investor agar benar-benar bijak dalam berinvestasi, tidak berdasarkan rumor, tetapi pada fakta yang faktual. Itu yang penting dalam kondisi saat ini. Tetap percaya diri bahwa kita akan maju ke depan,” ujar Inarno.
Konferensi pers juga dihadiri oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman, pengusaha Jusuf Hamka, dan Sesmenko Susiwijono Moegiarso.

Comments