Imbas “Reshuffle” Sri Mulyani, Analis Proyeksi Saham Anjlok 1 – 3 Persen dalam Jangka Pendek dan Menengah
Pajak.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 7.766,85 atau anjlok 1,28 persen pada perdagangan (8/9/25). Analis pasar modal Peter Susilo berpandangan bahwa penurunan ini terjadi seiring sentimen negatif pasar setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Peter menganalisis, IHSG diproyeksi anjlok 1 persen – 3 persen dalam jangka pendek dan menengah.
“IHSG tiba-tiba anjlok cukup dalam di tengah perombakan menteri keuangan. Mereka [investor] masih wait and see melihat ketidakpastian kebijakan menteri baru, terutama menteri keuangan. Saya melihat jangka pendek ke menengah, bisa terus koreksi ke bawah karena investor asing ada kekhawatirkan, sehingga mereka keluar dulu, bisa anjlok antara satu sampai satu sampai dengan tiga persen kalau kita lihat,” jelas Peter dalam sebuah talkshow di salah satu stasiun televisi nasional, dikutip Pajak.com (9/9/25).
Kendati demikian, ia optimistis latar belakang pendidikan dan karier Purbaya dibidang ekonomi dan investasi dapat memberikan sinyal positif untuk membawa IHSG ke zona hijau.
“Karena yang menggantikan Ibu Sri Mulyani Bapak Purbaya ini ekonom dan mantan Ketua LPS [Lembaga Penjamin Simpanan],” tandas Peter.
Ia pun menyoroti saham emiten bank-bank besar kompak melemah setelah Prabowo melantik sejumlah menteri. Ia memberi contoh, saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melemah 3,75 persen menjadi 7.700.
“Untuk BCA terkoreksi cukup dalam, kemungkinan bahkan akan terkoreksi lagi menjadi 7.600, bisa jebol lagi ke 7.275. Kalau saya lihat apabila dia bisa tembus 7.275, dia sangat mengkhwatirkan bagi BCA,” ungkap Peter.
Penurunan turut tejadi pada saham-saham Usaha Milik Negara (BUMN). Peter memerinci, saham PT Bank Perekonomian Rakyat Tbk (BPR) harus memerhatikan acuan terhadap level 3.800 sampai dengan 3.860.
“Kalau dia di bawah 3.800 hati-hati. Khusus untuk BRI [PT Bank Rakyat Indonesia Tbk] diperhatikan untuk area 4.460. BNI juga sudah sempat anjlok, hanya BNI [PT Bank Negara Indonesia Tbk] satu-satunya bank yang penguatan di hari ini [8/9/25]. Namun, tetap diwaspadai di angka di bawah 4.000,” tambahnya.
Sebelumnya, Purbaya menilai bahwa respons pasar saham yang negatif disebabkan karena investor belum mengenalnya. Ia berjanji akan bekerja maksimal untuk membalikkan kondisi ekonomi secara luas dan pasar modal menjadi lebih baik dalam waktu yang cepat.
“Mungkin pasar enggak tahu, saya orang pasar [modal]. Saya di pasar sejak tahun 2000, 15 tahun lebih. Jadi, kalau ada penyesuaian, itu hal yang wajar. Dalam seminggu dua minggu, IHSG pasti akan balik,” ujarnya.

Comments