BritCham Indonesia dan UK – DBT Gelar Diskusi untuk Tingkatkan Inovasi Bidang Kesehatan
Pajak.com, Jakarta – BritCham Indonesia melalui BritCham’s Health, Wellbeing, and the Life Sciences dan BritCham’s Professional Women’s HUB berkolaborasi dengan Departemen Bisnis dan Perdagangan Kedutaan Besar Inggris/Departement for Business and Trade (UK-DBT) menggelar diskusi bertajuk
Health, Wellness, and Investment in Indonesia’s Healthcare Ecosystem, di World Trade Center 3, Jakarta (18/7). Diskusi ini digelar untuk mengeksplorasi inovasi bidang kesehatan dan memperkuat peran pemerintah maupun swasta dalam menghadapi tantangan penyakit di Indonesia.
Sebagai informasi, BritCham Indonesia telah lama dikenal sebagai kamar dagang asing paling aktif di Indonesia. Organisasi ini dibentuk untuk menjaga hubungan yang sangat erat dengan Kedutaan Besar Inggris serta Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, mitra Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Adapun diskusi ini terdiri dari 2 panel, yaitu panel diskusi I membahas tentang The Role of Public-Private Partnerships in the War Against Diseases, dan panel diskusi II mengusung tema Incentives for Innovation in Combating Disease. Kedua panel diskusi menghadirkan perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan beberapa investor asing di sektor kesehatan yang ada di Indonesia.
Secara umum, diskusi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk komitmen BritCham Indonesia untuk mengadvokasi peningkatan investasi asing dengan menunjukkan potensi pertumbuhan dan perkembangan di sektor kesehatan Indonesia. Secara simultan, sebagai bentuk perayaan 75 tahun hubungan perdagangan yang berkembang dan upaya perluasan serta penguatan hubungan Inggris-Indonesia.
Consultative Board of BritCham Indonesia dan President Director of PT Swire Investments Indonesia Ainsley Mann menekankan, “di balik semua kemajuan yang baik dan niat yang kuat, terdapat sebuah kebutuhan strategis untuk segera menangani isu-isu terkait supply chain dan kapabilitas. Pemerintah, sektor swasta, dan para peneliti sepakat akan hal ini.”
Diskusi Panel I
Diskusi panel I diisi oleh Director General for Pharmaceutical and Medical Devices of the Ministry of Health Indonesia Lucia Rizka Andalucia;
Founder and CEO of PathGen Diagnostik Teknologi Susanti; Board Member of BritCham and President Director of AstraZeneca Esra Erkomay; Director of Market Access, Communications and Government Affairs of GlaxoSmithKline (GSK) Reswita D. Gisriani; serta Head of the Health Development Policy Agency of the Ministry of Health, Indoenesia Syarifah Liza Munira. Sesi diskusi ini dimoderatori oleh President of S. ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) Shaanti Shamdasani.
Board Member of BritCham Indonesia dan President Director of AstraZeneca Esra Erkomay menekankan bahwa artificial intelligence (AI) adalah alat penting untuk melakukan uji klinis dengan cara yang efektif dan efisien.
“Kami juga mengapresiasi terhadap pesatnya perkembangan telemedis di Indonesia,” tambah Erkomay.
Sementara itu President of S. ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) Shaanti Shamdasani menekankan peran penting Public-Private Partnerships (PPP) dalam ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.
“Keberhasilan ekosistem kesehatan bergantung pada pengelolaan investasi yang efektif, didukung dengan adanya sistem yang kuat, kemitraan strategis, dan regulasi yang baik. Elemen-elemen ini penting dalam penggunaan PPP sebagai alat negosiasi bagi investor swasta yang berasal dari lokal maupun asing. Tanpa adanya PPP kemajuan sektor kesehatan di Indonesia tidak bisa terwujud,” jelas Shamdasani.
Diskusi Panel II
Diskusi panel II diisi oleh Chief Medical Officer Mayapada Hospital Dini Handayani; Chief Commercial Officer of PT Pertamina Bina Medika IHC dr.Harmeni Wijaya, Director of Siloam Hospitals Group Grace F. Indradjaja; CEO of Icon Cancer Center – ASEAN Serena Wee; Head of the Healthcare Unit at the Directorate of Health Service Kemenkes Indri Rooslamiati Supriadi. Diskusi ini dimoderatori oleh Special Advisor of PT Swire Investments Indonesia Novita Menayang.
Head of the Healthcare Unit at the Directorate of Health Service Kemenkes Indri Rooslamiati Supriadi menyoroti perlunya partisipasi yang lebih besar dalam uji klinis dalam lingkup Indonesia.
“Indonesia tertinggal dibandingkan negara-negara Asia karena adanya tantangan regulasi” tambah Indri.
Di sisi lain, ia memastikan bahwa Kemenkes telah mengimbau seluruh rumah sakit untuk melakukan kolaborasi dalam memajukan upaya penelitian klinis. Seruan ini bertujuan untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam penelitian medis dan inovasi layanan kesehatan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi kesehatan negara dan memajukan pengetahuan global.

Comments