in ,

Airlangga Klaim Realisasi Investasi Indonesia Capai Rp1.400 Triliun pada Kuartal III-2025

FOTO : IST

Airlangga Klaim Realisasi Investasi Indonesia Capai Rp1.400 Triliun pada Kuartal III-2025

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim bahwa realisasi investasi Indonesia hingga kuartal III-2025 telah mencapai sekitar Rp1.400 triliun, menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Dari sisi investasi, semester pertama tahun ini mencapai Rp942 triliun, naik dibanding tahun lalu. Saya berbicara dengan menteri investasi, target kuartal III juga tercapai, sekitar Rp1.400 triliun, dan target akhir tahun Rp1.900 triliun,” ujar Airlangga dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2025, yang dipantau Pajak.com pada Selasa (7/10/25).

Airlangga menegaskan, investasi memegang peranan penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional karena berhubungan langsung dengan penciptaan lapangan kerja.

Ia juga menuturkan, kondisi makroekonomi Indonesia tetap terkendali dengan cadangan devisa sekitar 150 miliar dolar Amerika Serikat (AS), sementara inflasi stabil di 2,65 persen, masih berada dalam target pemerintah di kisaran 2 persen plus minus 1 persen.

Selain investasi, kinerja ketenagakerjaan Indonesia juga menunjukkan perbaikan signifikan. Airlangga memaparkan bahwa tingkat pengangguran nasional kini hanya 4,76 persen, menjadi yang terendah sejak 1998.

Di sisi lain, upah minimum mengalami peningkatan 6,5 persen pada tahun lalu, dan tingkat kemiskinan turun menjadi 8,47 persen. Ia menambahkan bahwa pemerintah kini telah memiliki data tunggal sosial ekonomi nasional, yang memungkinkan konsolidasi dan penyaluran program bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.

Dalam kancah global, posisi Indonesia semakin strategis setelah bergabung dengan BRICS, kelompok negara Global South yang terdiri dari kekuatan ekonomi besar seperti India dan Cina. Langkah ini, menurut Airlangga, memperkuat daya tawar Indonesia dalam kerja sama ekonomi internasional dan memperluas akses pasar dunia.

Di sektor perdagangan, Indonesia juga berhasil menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Melalui kesepakatan ini, produk Indonesia akan mendapatkan tarif 0 persen mulai 2027, membuka peluang ekspor ke pasar yang menjangkau 680 juta penduduk di Benua Biru.

Selain dengan Uni Eropa, pemerintah juga tengah melanjutkan negosiasi perdagangan dengan AS. Airlangga mengakui bahwa perundingan sempat tertunda akibat shutdown pemerintahan AS. Namun, kesepakatan yang telah tercapai memberikan tarif 19 persen untuk sejumlah produk ekspor Indonesia seperti tekstil, furnitur, garmen, sepatu, serta makanan dan minuman.

Tak hanya dengan AS dan Uni Eropa, Indonesia juga telah menandatangani CEPA dengan Kanada. Kesepakatan ini semakin memperluas akses pasar ekspor nasional sekaligus memperkuat hubungan dagang bilateral.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter. Airlangga menyebut bahwa pemerintah menempatkan Rp200 triliun di pasar keuangan untuk menjaga likuiditas dan menekan suku bunga agar tetap kompetitif. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat arus pembiayaan dan mendorong sektor riil.

Dalam jangka menengah, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, dengan proyeksi mampu menembus 8 persen apabila investasi, produktivitas, dan transformasi ekonomi terus menguat. Fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur, pengembangan energi terbarukan seperti solar cell, serta digitalisasi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Airlangga memastikan, kebijakan fiskal Indonesia tetap prudent dengan defisit anggaran di bawah 3 persen dan rasio utang di bawah 40 persen dari PDB. Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia kini semakin kuat, didukung oleh stabilitas makro, arus investasi yang solid, serta kepercayaan dunia internasional yang terus meningkat.

“Di tengah ketidakpastian global, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Kita tumbuh, berinovasi, dan mendapat apresiasi dari berbagai pemimpin dunia. Dengan fondasi kokoh ini, mari kita terus membangun,” ungkap Airlangga.

Ia juga mengajak para investor berpenghasilan tinggi untuk ikut mendorong kemajuan ekonomi nasional, sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap para investor yang hadir di ruangan ini, yang rata-rata berpendapatan di atas 20 ribu dolar AS dapat ikut mendorong kemajuan Indonesia agar 280 juta penduduk turut menikmati kesejahteraan. Target pemerintah, pendapatan per kapita nasional mencapai minimal 10 ribu dolar AS pada 2030,” tutupnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *