Wamenkeu Thomas Sebut Kebijakan Fiskal “Prudent” dan Reformasi Struktural Kunci Masa Depan Ekonomi Indonesia
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada penerapan kebijakan fiskal yang prudent dan pelaksanaan reformasi struktural yang konsisten.
Dalam paparannya, Thomas menyebut reformasi struktural yang dijalankan pemerintah mencakup delapan fokus prioritas, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertahanan semesta, serta percepatan perdagangan dan investasi global.
Menurutnya, ketahanan pangan dan energi bukan hanya soal peningkatan produktivitas. Pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi, fasilitas penyimpanan, hingga infrastruktur rantai pasok menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produktivitas di sektor pertanian, tetapi juga mencakup aspek lain seperti irigasi, pembangunan infrastruktur rantai pasok, dan seterusnya,” ujar Thomas dalam forum Verdhana Connect: Indonesia Macro and Banks Day bertema “Recalibrating Indonesia: Politics, Policy & The Path Ahead”, di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (13/8/25).
Ia menambahkan, program MBG, pendidikan, kesehatan, serta penguatan koperasi desa dan UMKM dipandang sebagai satu kesatuan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Sebagian program merupakan inisiatif baru, sementara lainnya bersifat berkelanjutan dan dirancang untuk memperkuat rantai pasok di pedesaan.
Pemerintah juga menempatkan penguatan pertahanan semesta sebagai agenda strategis. Bukan hanya terkait belanja peralatan militer, tetapi juga mencakup penegakan hukum, perbaikan sistem peradilan, dan peningkatan kesejahteraan aparat penegak hukum.
Pada saat yang sama, percepatan perdagangan, peningkatan investasi, dan langkah deregulasi menjadi fokus utama untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional. Strategi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperluas akses pasar, dan mendorong inovasi di berbagai sektor.
Dengan mengombinasikan kebijakan fiskal yang hati-hati, fokus pada delapan program prioritas, dan konsistensi dalam menjalankan reformasi struktural, pemerintah optimistis Indonesia dapat membangun perekonomian yang tangguh menghadapi dinamika global. Thomas meyakini, langkah ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di tingkat regional maupun internasional.

Comments