Tutup AOE 2025, Menko Pangan Zulhas Tekankan Pentingnya Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat
Pajak.com, Tangerang – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menutup secara resmi perhelatan APKASI Otonomi Expo (AOE) Tahun 2025 di Panggung Hall 5 ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (30/8/25). Pameran berskala nasional yang telah berlangsung pada 27-30 Agustus ini menjadi ajang promosi komoditi, investasi, pariwisata, hingga procurement terbesar di tanah air.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan AOE 2025 yang dinilai sukses dan memberikan dampak positif bagi penguatan potensi daerah.
“Saya sangat bahagia dan bangga bisa menutup acara pameran APKASI ini. Saya tadi mendengar laporan dari ketua pelaksana, hasilnya menurut saya sangat bagus, sudah sesuai dengan harapan. Saya melihat pameran ini sejalan dengan pemberdayaan masyarakat yang sedang dijadikan prioritas oleh Bapak Presiden Prabowo. Banyak produk UMKM daerah dipajang dan dipamerkan. Inilah yang harus kita dukung. Produk lokal harus diberdayakan,” ujarnya, dikutip Pajak.com pada Senin (1/9/25).
Lebih lanjut, Zulhas menegaskan bahwa APKASI yang telah konsisten menggelar pameran sebanyak 20 kali sepanjang 25 tahun terakhir, telah berkontribusi besar terhadap promosi produk dan komoditas daerah. Ia menyinggung kondisi pasca-reformasi yang membuat pasar bebas menguasai sendi-sendi kehidupan masyarakat.
“Hampir 28 tahun kita menjadi pasar bebas, tepatnya paska-reformasi. Dulu, pengusaha besar tidak boleh masuk kecamatan dan desa. Sekarang, desa menjadi punya orang kota, pemilik modal menguasai sampai ke desa-desa. Mereka yang dulunya petani pemilik lahan, kini menjadi buruh tani bagi orang kota, para pemilik modal,” jelas Zulhas.
Ia juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo bersama APKASI dan para bupati tengah berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan mendorong terciptanya ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APKASI sekaligus Bupati Lahat Bursah Zarnubi turut menekankan pentingnya tindak lanjut dari potensi perdagangan yang lahir melalui AOE 2025. Ia mendorong agar kolaborasi antar kabupaten semakin diperkuat.
“Kita harus berkolaborasi dalam memperkuat perdagangan antar kabupaten. Ambil contoh Pemkab Lahat dengan Kabupaten Minahasa Utara siap mendatangkan tas dari sabuk kelapa dan kenari untuk dipasarkan di Lahat. Bila dijumlah dalam satu tahun bisa mencapai Rp6 miliar. Kemudian, imbal baliknya, kami akan mengirimkan kopi ke Minahasa Utara, karena kami penghasil kopi. Inilah perdagangan yang mau kita jalin. Saya harap ini bisa dilakukan dan ditiru kabupaten lain,” jelas Bursah.
Dalam kesempatan itu, Bursah juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo yang telah membuka AOE 2025 pada Kamis (28/8/25). Ia pun mengucapkan terima kasih kepada bupati Tangerang beserta seluruh jajaran, para sponsor, peserta pameran, investor, buyer, serta pengunjung yang mendukung penuh terselenggaranya acara ini.
Adapun, Ketua Pelaksana AOE 2025 Sarman Simanjorang melaporkan bahwa jumlah pengunjung yang tercatat hingga hari ketiga mencapai 9.125 orang, terdiri dari investor, buyer, dan pengunjung umum. Dari sisi transaksi, volume perdagangan langsung di lokasi mencapai Rp8 miliar, sedangkan potensi bisnis dan perdagangan yang terjalin diperkirakan bernilai miliaran rupiah.
“Kami juga menyaksikan langsung beberapa MoU yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten dengan berbagai entitas bisnis, di antaranya Pemkab Pringsewu dan Pemkab Pakpak Bharat dengan PT Klumbayan Gold Farm senilai Rp4 miliar. Ada juga beberapa buyer yang melaksanakan deal langsung untuk beberapa komoditas strategis yang akan ditindaklanjuti setelah pameran ini,” ungkap Sarman.
Tahun ini, AOE 2025 diikuti oleh 185 peserta, yang terdiri dari 125 pemerintah kabupaten, kementerian/lembaga, 20 industri dan dunia usaha, 28 UMKM, serta 28 media partner.
Dengan capaian tersebut, AOE 2025 tidak hanya memperlihatkan kekuatan produk daerah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat, memperkuat kolaborasi antarwilayah, serta menciptakan peluang bisnis baru yang dapat berdampak nyata bagi perekonomian nasional.

Comments